Sekab Donggala, Aidil Nur. (Foto: Tamsyir Ramli/ Metrosulawesi)

Donggala, Metrosulawesi.id – Dalam waktu dekat ini pemkab akan merumahkan sebahagian tanaga honorer yang ada di setiap OPD. Proses merumahkan tenaga honorer tersebut akan disesuaikan dengan kebutuhan OPD serta keahlian yang dimiliki oleh tenaga honorer.

Sekab Donggala Aidil Nur yang dicegat wartawan Metrosulwesi Selasa (7/5) saat hendak menuju ke DPRD mengatakan memang benar akan ada pemberhentian tenaga honorer di lingkup Pemda Donggala. Tetapi, kata mantan camat Banawa ini sebelum melakukan pemberhentian atau merumahkan tenaga honorer pihaknya akan mengangendakan pertemuan seluruh pimpinan OPD membahas persolana ini. Karena diakuinya sebaran tenaga honorer banyak di OPD.

“Saat sekarang sudah tidak ada istilah tenaga honorer, yang ada itu P3K (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja) atau tenaga kontrak yang memiliki keahlian di bidang tertentu. Misalnya ada tenaga kontark ahli bidang IT itu yang mungkin dipertahankan artinya memiliki keahlian,” kata Sekab.

“Memang pemda akan merumahkan tenaga honorer yang jumlah hampir 5000-an lebih, tetapi tidak semuanya dirumahkan makanya perlu pembahasan bersama, kualitas tenaga honorer juga sangat dibutuhkan dalam membantu pemerintah Kabupaten Donggala,” sebutnya.

Ditanya kapan akan diberlakukan pemberhentian massal tenaga honorer, Sekab tidak menjawab kapan pastinya pemberhentian tersebut, karena pihaknya baru akan melakukan pertemuan Rabu (8/5), hari ini untuk membahas persoalan ini.

“Belum tau kapan dimulai merumahkan tenaga honorer, kita pertemuan dulu menyamapakan persepsi dengan seluruh pihak terkait, besok siang baru akan dibahas (8/5) jangan dululah dipublis kan belum jelas besok sajala baru ditulis beritanya,” tuturnya sambil menuju ruang ketua DPRD Aziz Rauf.

Terpisah, salah satu tenaga honorer Irma yang dimintai keteranagan akan adanya pemecetan tenaga honor mengatakan ia merasa biasa saja dan tak perlu ditanggapi serius. Menurutnya pemeberhentian itu adalah hak pemda atau pemerintah untuk memberhentikan bawahannnya.

“Silakan saja dirumahkan kami sudah siap kalau pun memang terjadi, kembali rumah yang sebenarnya urus suami dan anak-anak,” pungkasnya.

Reporter: Tamsyir Ramli
Editor: Syamsu Rizal

Ayo tulis komentar cerdas