Home Ekonomi

Pasar Murah Libatkan Distributor dan BUMN

PASAR MURAH - Kepala Disperindag Kota Palu bersama Ketua DPRD Kota Palu memantau proses jual beli di Pasar Murah Ramadan di halaman Kantor Disperindag Kota Palu, Selasa 7 Mei 2019. (Foto: Tahmil Burhanudin/ Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.id – Pemerintah Kota Palu melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Palu menggelar Pasar Murah di Lokasi Kantor Disperindag Kota Palu selama liha hari kedepan. Pasar Murah berlangsung sejak Selasa kemarin 7 hingga 11 Mei 2019 nanti.

Pasar Murah Ramadan itu digelar untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dengan tetap menjaga harga komoditas yang relatif murah. Hal itu merupakan salah satu upaya untuk mengantisipasi ada lonjakan harga sejumlah komoditas di pasar.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Palu Syamsul Saifudin menyebut Pasar Murah dilakukan secara mendadak melihat kondisi adanya sejumlah komoditas yang mengalami kenaikan harga di pasar tradisional.

“Seperti sayur-sayuran itu memang ada beberapa yang mengalami kenaikan,” ungkap Syamsul saat ditemui di ruang kerjanya usai membuka secara resmi Pasar Murah di halaman kantornya, Selasa 7 Mei 2019.

Kata dia, salah satu penyebab naiknya harga sejumlah sayur-sayuran karena meningkatnya kebutuhan masyarakat, sementara ketersediaan dan produksi yang terbatas saat ini.

Bencana alam pada 28 September 2018 lalu menjadi salah satu penyebab berkurangnya produksi komoditas sayur-mayur di daerah ini.

Sementara itu, terkait Pasar Murah, pihak Disperindag Kota Palu melibatkan pihak distributor maupun peritel modern dari BUMN maupun swasta. Misalnya Bulog, Hypermart dan Tompotika.

“Jadi yang dijual di Pasar Murah ini merupakan bahan pokok. Kita melihat kebutuhan dasar masyarakat,” jelasnya.

Harga di Pasar Murah relatif lebih murah dibandingkan dengan harga di pasar tradisional karena menggunakan harga jual distributor. Pasar Murah yang berlangsung selama lima hari itu buka setiap pukul 09.00 pagi hingga pukul 15.00 Wita.

Kata Syamsul, Pasar Murah dilaksanakan untuk menjaga stabilisasi harga selama Ramadan. Ia menyebut, kemungkinana Pasar Murah akan kembali dilakukan jika mendekati waktu Lebaran sejumlah harga komoditas kembali mengalami kenaikan harga.

“Pasar murah melihat kondisi fluktuasi harga, jika perlu, dilakukan lagi Pasar Purah menjelang Lebaran,” ungkap Syamsul.

Dalam acara pembukaan Pasar Murah tersebut, dihadiri pula Ketua DPRD Kota Palu Ishak Cae dan sejumlah pejabat pemerintahan. Masyarakat terlihat mulai berdatangan di Pasar Murah tersebut sejak awal. Ada yang datang mengantre membeli gas elpiji 3 kg, serta sembako dan berbagai komoditas lainnya.

Reporter: Tahmil Burhanudin
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas