Kepala BKPSDM Donggala, Abdullah Lahinta. (Foto: Tamsyir Ramli/ Metrosulawesi)

Donggala, Metrosulawesi.id – Kepala Badan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia Donggala Abdulah Lahinta menegaskan bahwa ASN yang dipecat pada upacara 2 Mei lalu masih bisa mengajukan keberatannya ke BAKN Jakarta.

“Tiga ASN yang dipecat kemarin masih bisa melakukan upaya pembatalan pemberhentian, asalkan ketiganya membuat surat keberatan terhitung 14 hari kerja sejak dikeluarkan SK pemberhentiannya, dan surat tersebut ditujukan ke Badan Pertimbangan Kepegawaian BAKN Jakarta, masih ada harapan ketiganya untuk kembali menjadi ASN,” kata Lahinta siang kemarin di kantronya (6/5).

“Jangan patah semanagat dan larut dalam kesedihan, tempuh proses yang diberikan 14 hari pascaputusan jika dikabulkan BAKN akan mengirimi kami surat meminta bupati menggugurkan SK pemecatan tersebut dan kembali memberikan SK pengangkatan sebagai ASN,” pesannya.

Lahinta menjelaskan proses pemberhentian ketiga ASN yang bekerja di instansi berbeda itu dikarenakan melakukan tindak pidana korupsi dan sudah berkekuatan hukum tetap (inkra) oleh pengadilan. Olehnya katanya lagi pemda sudah berupaya sekeras tenaga dan pikiran agar tiga ASN itu tidak diberhentikan tetapi usaha tersebut tidak bisa karena terkendala regulasi ASN yang super ketat.

“Surat BAKN agar melakukan pemberhentian 3 ASN sudah masuk ke kami sejak tahun 2017, seperti Hasanuddin sek Kecamatan Sojol, surat pemberhentian dari BAKN sudah ada sejak tanggal 31 tahun 2017 ditandatangani oleh Deputi Bidang Pengawasan dan Penegendalian Direktur Wasdal Bidang Kode Etik Sukamto SH. Tapi kami baru lakukan pemberhentian tahun 2019 artinya upaya pemerintah untuk membantu 3 ASN itu terpatahakan oleh regulasi,” sebutnya.

“Kalau kami tidak ditindaki surat BAKN kami yang terkena masalah, sistem sekarang semua terkoneksi dengan jaringan tidak bisa disembunyikan semua terpantau, ketiga ASN kita itu melanggar UU Nomor 5 tahun 2014 dan PP nomor 11 tahun 2017. Apalagi kasus yang dilakukan ketiganya adalah tipikor memperkaya diri sendiri 1 hari putusan inkra sanksi pemecatan,” tutupnya.

Diketahui pada upacara Hardiknas kemarin bupati memecat tiga ASN nya pertama Hasandudin sekdis kecamatan Sojol, Syahbudin pegawai Perlum dan seorang kepala seksi perencanaan sumber daya air berdinas di PU Yanti bawesa.

Reporter: Tamsyir Ramli
Editor: Syamsu Rizal

Ayo tulis komentar cerdas