Gamal A. Naser saat merilis data statistik di ruang rilis sementara BPS Sulteng, Kamis 2 Mei 2019. (Foto: Tahmil Burhanudin/ Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.id – Selama April 2019 Kota Palu mengalami inflasi sebesar 0,72 persen. Angka tersebut merupakan inflasi tertinggi di Kota Palu selama empat bulan terakhir.

Kepala Bidang Statistik dan Distribusi Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Tengah G A Naser menyebut inflasi Kota Palu pada April 2019 terutama dipengaruhi oleh indeks harga bahan makanan.

“Inflasi yang paling tinggi terjadi pada kelompok makanan, polanya sama dengan nasional,” ungkap Naser saat merilis data statistik di ruang rilis sementara BPS Sulteng, Kamis 2 Mei 2019.

“Andil inflasi bahan makanan sebesar 0,62 persen,” jelasnya.

Komoditas penyumbang inflasi tertinggi antara lain ikan, bawang merah/putih serta tarif angkutan udara.

Inflasi Kota Palu yang sebesar 0,72 tersebut merupakan inflasi tertinggi di wilayah Sulawesi, Maluku dan Papua (Sulampua).

Inflasi tahun kalender Kota Palu (Januari-Maret 2019) sebesar 0,18 persen. Sementara angka tahunan (April 2018-April 2019) Inflasi Kota Palu sebesar 5,55 persen.

Untuk menjaga angka inflasi Kota Palu agar tidak melambung, BPS menyebut perlu upaya khusus, terutama di bulan Mei ini mengingat ada momen Ramadan. Naser berharap Bank Indonesia serta pemerintah terkait melakukan upaya untuk menekan harga komoditas.

“Diperlukan upaya untuk menekan inflasi ini. Jangan pada saat bulan Ramadan harga-harga juga ikut naik,” tandasnya.

Selain itu, kondisi cuaca juga disinyalir menjadi pemicu terjadinya inflasi yang cukup tinggi. Cuaca ekstrim beberapa waktu terakhir dianggap menjadi salah satu pemicu terjadinya inflasi di sektor bahan makanan.

Inflasi saat ini lebih tinggi dari 2017, meski begitu, inflasi Kota Palu saat ini masih lebih rendah dari inflasi 2018.

Reporter: Tahmil Burhanudin
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas