Home Sulteng

WNA Asal China Paling Banyak

BERI KETERANGAN - Kepala Kanwil Kemenkumham Sulteng Zulkifli didampingi jajarannya bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah memberi keterangan kepada awak media di Palu, Kamis, 25 April 2019. (Foto: Michael Simanjuntak/ Metrosulawesi)
  • Kemenkumham Maksimalkan Kolaborasi Tim Pora

Palu, Metrosulawesi.id – Warga Negara Asing (WNA) yang berada di wilayah Sulteng didominasi asal China. Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sulteng mencatat saat ini ada 2.099 WNA di Sulawesi Tengah.

Dari jumlah itu, 2.020 orang merupakan WNA asal China yang bekerja sebagai tenaga ahli di beberapa perusahaan. Sementara sisanya berasal dari sejumlah negara lain seperti India, Jerman, Sri Lanka, Taiwan, Thailand, Malaysia, Jepang dan Amerika Serikat.

Namun angka WNA tersebut hanya yang terdaftar melalui Kantor Imigrasi di wilayah Sulteng. Kepala Kanwil Kemenkumham Sulteng Zulkifli mengatakan pihaknya mengalami kesulitan sumber daya manusia (SDM) dalam melakukan pengawasan orang asing.

“Kita terkendala anggaran, SDM dan sarana/prasarana yang terbatas mengawasi keberadaan orang asing,” ungkap Zulkifli kepada awak media di Palu, Kamis, 25 April 2019.

Dia menjelaskan kesulitan SDM yang dimaksud yaitu sebagai penerjemah saat melakukan pemeriksaan terhadap WNA, seperti bahasa Mandarin. Untuk penerjemah bahasa Inggris diakui tidak ada masalah.

“Anggaran kita untuk menyewa penerjemah sangat terbatas, ini salah satu kendala yang dihadapi,” ucapnya.

Dalam mengatasi kendala-kendala yang ada, Kemenkumham Sulteng memaksimalkan sinergitas dan kolaborasi melalui Tim Pora (Pengawasan Orang Asing). Tim Pora sendiri didalamnya terdiri dari unsur instansi daerah provinsi, dan kabupaten/kota serta lembaga pemerintah.

Melalui Tim Pora keberadaan orang asing akan terus diawasi untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. Zulkifli juga mengajak partisipasi masyarakat melaporkan keberadaan orang asing di sekitarnya.

Tim Pora juga diharap memberikan penyuluhan kepada masayarakat bahwa orang asing tidak hanya berasal dari Inggris. Itu karena selama ini dalam benak masyarakat orang asing hanya yang disebut bule.

“Ini yang harus kita beri pengertian kepada warga karena WNA melayu asal Malaysia juga orang asing, bukan bule saja,” tandas Zulkifli.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas