Home Hukum & Kriminal

SM, Calon DPD Sulteng Diadukan ke Polisi

TERBARING LEMAH - Ketua Umum HMI Cabang Palu Karimul Hamid hanya bisa terbaring lemah saat besuk kerabat di RSUD Undata, Jumat, 26 April 2019. (Foto: Ist)
  • Diduga Dalang Penikaman Ketua HMI Palu

Palu, Metrosulawesi.id – Salah seorang calon senator berinisial SM yang bertarung dalam pemilihan DPD RI 2019 dilaporkan ke Polisi Resort (Polres) Palu atas dugaan dalang di balik insiden penikaman terhadap Ketua Umum HMI Cabang Palu Karimul Hamid.

SM saat ini tercatat sebagai calon anggota DPD daerah pemilihan (Dapil) Sulteng. Berdasarkan laporan polisi nomor LP-B/450/IV/2019/Sulteng/Resor Palu tanggal 25 April 2019, bahwa SM dilaporkan sebagai orang di balik insiden penikaman tersebut. Pelaku penikaman sendiri diduga berinisial AI.

Dalam laporan polisi, kejadian tersebut terjadi pada Rabu, 24 April malam sekitar pukul 21.30 WITA di Jalan Tona Roa, Kelurahan Tondo, Kecamatan Mantikulore, tepatnya di Sekretariat HMI Cabang Palu.

Saat itu, Karimul Hamid sebagai korban berserta pengurusnya sedang melangsungkan rapat program kerja. Tiba-tiba datang sekelompok orang mengejar korban yang mana saat itu SM berteriak hajar dan tikam. Sehingga Karimul Hamid dan jajaran pengurusnya berhamburan berlari ke arah pantai dan ditikam.

Akibatnya korban mengalami luka tusuk di bagian bawah punggung. Karimul Hamid membenarkan adanya teriakan dari pelaku yang terkesan memerintahkan anggotanya melakukan aksi tersebut.

“Saat itu dia bilang, kenapa tidak berani pukul, tikam saja. Pelaku mengatakan begitu,” ujar Karimul Hamid kepada awak media, Jumat, 26 April 2019.

Kemudian, 20 orang keluar dari sekretariat HMI Cabang Palu lalu mengejar korban beserta pengurusnya berjumlah 12 orang. Saat dikejar, Karim sapaan akrabnya melarikan diri ke pesisir pantai guna menghindari pengejaran. Dalam pengejaran itu, salah satu pengurusnya terjatuh. Karena dikhawatirkan akan dikeroyok oleh 20 orang tersebut, Karim menyelamatkan pengurusnya. Akan tetapi, dirinya dikeroyok dan terjadinya penikaman. Karim menduga pelaku tersebut berinisial AI.

“Saya lihat wajahnya, dia memegang pisau di tangannya berniat menusuk bagian perut. Tapi saya berpaling dan yang kena bagian belakang saya,” jelasnya.

Kemudian, Karim melarikan diri dan menemui salah seorang alumni HMI. Saat itulah dirinya dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Undata. Usai dilarikan ke RS, pengurus HMI disampingi salah satu senior melaporkan kejadian tersebut di Polres Palu.

Pada malam itu juga, Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Sulawesi Tengah menerima permintaan pengawalan kasus dan langsung menyaksikan sendiri korban dirawat di Unit Gawat Darurat (UGD).
Ketua LBH Sulteng, Amar mengatakan siap mengawal kasus tersebut hingga tuntas dan bakal menyiapkan lima pengacaranya.

“Kami akan berkoordinasi dengan Polres Palu untuk mengawal kasus tersebut hingga selesai.
Kalau pun ada mediasi antara pelaku dan korban, kata Amar tidak masalah. Dikarenakan kasus tersebut delik murni, maka mediasi itu bisa saja dilakukan. Akan tetapi, proses hukum tetap berjalan.”

“Mediasi itu hak masing-masing. Tapi proses hukum tetap berjalan,” tandas Amar.

Kahmi dan PB HMI Minta Segera Diusut

Andi Mulhanan Tombolotutu. (Foto: Ist)

Peristiwa penikaman yang menimpa Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Palu Karimul Hamid pada Rabu, 24 April malam, membuat geram alumni HMI dan Pengurus Besar (PB) HMI.

Akibat insiden itu, Karimul Hamid mengalami luka tusuk di bagian belakang sedalam 3 cm yang membuatnya harus dilarikan ke Unit Gawat Darurat (UGD) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Undata pada malam itu.

Alumni yang tergabung dalam Korps Alumni HMI (Kahmi) Sulawesi Tengah dan Kahmi Banggai serta perwakilan PB HMI menyatakan pelaku penusukan dan otak di balik insiden penikaman itu diminta segera diproses hukum.

Ketua Kahmi Sulteng, Andi Mulhanan Tombolotutu mengaku pihaknya sudah melapor ke pihak kepolisian pada malam kejadian dan menyerahkan kasus tersebut kepada pihak kepolisian.

“Malam kejadian, pengurus Kahmi langsung melapor. Selanjutnya biar pihak kepolisian yang menanganinya,” kata Mulhanan, Sabtu, 27 April 2019.

Hal yang sama juga disampaikan Sekretaris Umum Kahmi Banggai, Muttaqin Suling, kasus tersebut merupakan bagian dari kriminalitas yang didalangi oleh oknum berstatus sebagai calon anggota DPD RI Dapil Sulteng di sekretariat HMI Cabang Palu.

“Saya mengutuk keras insiden itu dan meminta diproses hukum,” tegas dia.

Berdasarkan laporan polisi LP-B/450/IV/2019/Sulteng/Resor Palu, pihak yang dilaporkan sebagai dalang insiden tersebut diduga seorang calon anggota DPR RI Dapil Sulteng. Sementara berdasarkan keterangan Ketua Umum HMI Cabang Palu Karimul Hamid selain pelaku yang dilaporkan, pelaku penusukan berinisial AI yang saat ini tercatat sebagai kader HMI Cabang Palu.

Menyikapi kasus tersebut, Ketua Pembinaan Anggota (PB) HMI, Syahril menegaskan akan menindak tegas terhadap pelaku penusukan itu.

“Kami bakal memecat pelaku penusukan dari statusnya sebagai kader HMI,” tegas Syahril.

Sementara itu, Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjend) PB HMI Risdianto Pattiwael menjelaskan tindakan yang patut diberikan kepada para pelaku yakni proses hukum. Pasalnya, dampak dari aksi premanisme itu menyebabkan korban tidak bisa berbuat apa-apa.

“Kami akan berkoordinasi dengan Kahmi Sulteng untuk menangani kasus tersebut,” jelasnya.

Khusus untuk pelaku penusukan, kader HMI Cabang Luwuk-Banggai itu mengatakan akan menindakinya secara organisasi.

“Kami tindak secara organisasi. Menunggu hasil putusan pengadilan dulu,” jelas Risdianto.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas