Home Palu

Poros Palu-Parigi Siap Dilalui Pemudik

TERUS DIBENAHI - Beginilah kondisi di sebagian titik jalan poros Palu-Parigi atau kebun kopi yang sudah mengalami pelebaran. Di beberapa titik lereng gunung dipasangi media tanam, untuk menahan longsor. (Foto: Djunaedi/ Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.id – Poros Palu-Parigi dipastikan akan bersih dari sisa-sisa pengerjaan, untuk mengantisipasi kelancaran arus mudik.

“Ya biasanya itu, menjelang arus mudik, kami sudah dapat surat pemberitahuan untuk membersihkan ruas jalan,” kata PPK Ruas Jalan Palu-Parigi, Julian Situmorang kepada Metrosulawesi, Kamis 24 April 2019.

Saat ini kata Julian, di beberapa titik ada pengerjaan pelebaran. Pengerjaan tersebut menyebar di 12 titik. Namun, dipastikan mendekati lebaran atau masa arus mudik, pengerjaan akan dihentikan, dan dilakukan pembersihan jalan dari sisa-sisa pekerjaan.

Pada masa arus mudik kata Julian, pengerjaan tidak berhenti total. Pihaknya akan tetap mengerjakan beberapa pekerjaan kecil. Di samping itu katanya, seperti biasa pada musim mudik, mereka tetap standby di beberapa posko yang sudah disiapkan. Posko-posko itu katanya, untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya longsor.

“Biasanya posko lebaran dari PU itu kita tempatkan di Km 44 atau di haloha. Di Toboli juga ada Posko. Semua posko akan ditempatan alat berat baik dari PU maupun dari perusahaan mitra, untuk mengantisipasi sewaktu-waktu ada longsor,” kata Julian.

Ditanya titik mana saja yang rawan longsor? Julian mengatakan, pada dasarnya hampir semua titik rawan longsor. Namun titik rawan longsor yang berpotensi tinggi untuk menutup jalan berada di daerah Toboli. Di sini jalannya masih sempit.

Julian mengatakan, dua tahun terakhir ini sudah banyak titik rawan longsor yang sudah ditangani dengan baik.

“Bukan berarti sama sekali tidak ada longsor. Tetap ada, cuma longsornya tidak sampai membahayakan pengguna jalan atau menutup jalan,” Julian.

Dua tahun terakhir ini kata Julian, pengerjaan difokuskan pada penanganan lereng dan pelebaran. Pelebaran misalnya, dilakukan di kilometer 59 hingga kilometer 61.

Anggaran pengerjaan tahun ini katanya, mencapai hampir Rp300 miliar. Anggaran ini lebih besar dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya sebesar Rp250-an miliar.

“Dua tahun terakhir ini memang anggaran untuk pengerjaan poros Palu-Parigi agak besar. Dan yang tahun ini agak masif,” kata Julian.

Meski anggaran yang diturunkan sudah mencapai ratusan miliar, namun belum mencukupi bila dibandingkan dengan medan yang harus dibenahi.

“Kalau hitung-hitungan secara teknis, poros Palu-Parigi itu butuh anggaran Rp1 triliun lebih, baru bisa bagus,” kata Julian.

Reporter: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas