Bartholomeus Tandigala. (Foto: Michael Simanjuntak/ Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.id – Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulteng Bartholomeus Tandigala mengungkapkan dana stimulan bantuan rumah rusak sudah bisa disalurkan.

“Juklak (petunjuk pelaksanaan) sudah ada, tinggal tanggungjawab kabupaten/kota menyalurkan,” ungkapnya di Palu, Senin, 29 April 2019.

Bartholomeus menjelaskan dana stimulan tahap satu telah ditransfers BNPB beberapa waktu lalu kerekening BPBD kabupaten/kota terdampak bencana yaitu Kota Palu, Donggala, Sigi, dan Parigi Moutong Provinsi Sulawesi Tengah.

Total dana stimulan tahap satu mencapai Rp235 miliar yang diperuntukkan perbaikan 4.502 unit rumah rusak kategori berat. BPBD wilayah Padagimo saat ini mulai melakukan sosialisasi untuk membentuk Pokmas dana stimulan.

“Penggunaan dana stimulan tetap harus melalui Pokmas agar terkoordinir dengan baik,” ucap Bartholomeus.

Untuk pencairan tahap dua dana stimulan, Bartholomeus belum bisa memastikan waktu pencairannya. Itu karena BNPB masih melakukan validasi sesuai data yang diajukan Pemprov Sulteng melalui BPBD.

“Kalau untuk waktu pencairan belum bisa saya pastikan, tapi kami sudah usulkan, kita tunggu saja,” kata dia.

Adapun total dana stimulan yang akan disalurkan kepada masyarakat mencapai Rp2,6 triliun. Dana stimulan tersebut untuk bantuan 100 ribu lebih rumah rusak dengan kategori berat, sedang dan ringan.

“Untuk rumah rusak berat kurang lebih sekitar 27.000 unit, bantuan yang keluar baru untuk 4.502 unit, belum ada 10 persen,” ujar Bartholomeus.

Sesuai peruntukan bantuan, dana stimulan untuk perbaikan rumah rusak pasca terdampak bencana pada 28 September lalu. Dana stimulan yang akan diberikan untuk rumah rusak ringan sebesar Rp10 juta, rusak sedang Rp25 juta dan rusak berat Rp50 juta. Dia menambahkan BPBD Sulteng terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat melalui BNPB agar dana stimulan tahap dua secepatnya dicairkan.

“Kami juga terus update data karena biar bagaimana selalu ada perubahan untuk pengurangan atau penambahan,” pungkas Bartholomeus.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas