Cinema XXI PGM kembali beroperasi pascabencana hampir tujuh bulan lalu. (Foto: Metrosulawesi/ Fikri Alihana)

Palu, Metrosulawesi.id – Penggemar film di Kota Palu kini bisa menikmati film-film laris dan berkualitas yang selama ini sulit didapatkan pasca bencana alam gempa bumi disertai tsunami yang melanda pesisir pantai Kota Palu. Namun, kerinduan itu terbayarkan dengan hadirnya Cinema XXI yang kini kembali dioperasikan.

Area Manager XXI Wilayah Timur, Ahmad Yani Hafid mengatakan berbagai pihak pun beramai-ramai membangkitkan perekonomian Kota Palu untuk membuktikan bahwa Palu bangkit dan pulih kembali.

“Perdana buka pemutaran film Avengers End Game yang kami tayangkan sekarang. Kemudian pengunjung yang datang merasa terpanggil untuk menyaksikan film itu,” katanya, Rabu (24/4/2019).

Lebih lanjut dia mengungkapkan untuk waktu operasional Cinema XXI dimulai pada pukul 11.00 siang hingga 22.00 malam Wita. Oleh karena itu, kata Ahmad, berhubung film yang mereka putarkan waktunya terbilang sekitar 3 jam. Antusias pengunjung sangat banyak.

“Bagi saya pribadi sebelum dan sesudah bencana masih tetap sama desain interiornya yang kita konsep. Jumlah pengunjung juga membludak hingga sampai 2.500 orang yang datang sesuai daftar,”ungkapnya.

Ia mengungkapkan lambatnya pengoperasian Cinema XXI Palu terkendala adanya keterlambatan barang dari Jakarta. Barang-barang itu merupakan kelengkapan fasilitas Bioskop XXI. Meski demikian, Ahmad memastikan bahwa kesiapan pemutaran film di seluruh ruangan yang tersedia sudah siap.

“Sejumlah fasilitas XXI Palu juga mengalami kerusakan dan bahkan sengaja dirusak oleh orang-orang tak bertanggung jawab. Fasilitas yang dirusak itu diantaranya sejumlah meja kafe XXI pecah dan layar untuk pemutaran film juga disobek. Sedangkan, untuk total kerugian materi akibat kerusakan itu sekitar Rp 1 miliar,” tuturnya.

Sementara, harga tiket yang ditawarkan berkisar Rp40 hingga Rp60 ribu. Untuk jumlah studio cinema ada 6 ruangan dan 1 ruangan primer.

“Studio teater 2 hingga 4 kapasitas kurang lebih sekitar 134 kursi. Sedangkan, studio teater 5 dan 6 berkapasitas 144 kursi. Serta teater 1 kapasitas 213 orang.

Sementara itu, Marcom PGM, Agung Dwi Setyo, mengatakan secara umum, dia menyatakan bahwa pihaknya akan membenahi seluruh bangunan PGM yang terlihat rusak pascabencana, baik di dalam maupun di bagian luar. Pembenahan dilakukan secara bertahap setelah studio XXI beroperasi.

“Ini dimaksudkan agar bisa menarik pengusaha lain untuk berinvestasi di PGM. Jika Studio XXI beroperasi dan pembenahan PGM telah dilakukan secara menyeluruh, secara otomatis diikuti juga dengan ketertarikan pengusaha lain,” jelasnya.

Lanjutnya, juga perlu dukungan Pemerintah Kota Palu, terutama menyangkut pajak. Ia mengharapkan ada penyesuaian tarif pajak dalam rangka menggaet investor lain.

“Karena Cinema ini kan termasuk barometer investor. Mungkin kalau Cinema diberikan kemudahan, saya rasa kita merupakan tolok ukur bagi investor luar masuk ke Palu,” ujarnya.

Reporter: Fikri Alihana
Editor: Pataruddin

Ayo tulis komentar cerdas