Home Palu

FK Unisa Palu Luluskan 76 Dokter

890
PENGAMBILAN SUMPAH - Sejumlah Dokter FK Unisa Palu saat diambil sumpahnya oleh Dekan FK Unisa Palu dr H A Mukramin Amran Sp Rad, Rabu, 24 April 2019. (Foto: Moh Fadel/ Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.id – Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairaat Palu menggelar Janji Sarjana Kedokteran Periode XXI dan Sumpah Dokter Priode X di aula Al Muksinin Alkhairaat, Rabu, 24 April 2019.

Sebanyak 76 Sarjana Kedokteran dan Dokter FK Unisa Palu diambil sumpahnya dan mengikuti janji sarjana. Sumpah Dokter itu diikuti sebanyak 33 orang sementara Janji Sarjana Kedokteran diikuti 43 orang.

Dekan Fakultas Kedokteran Unisa Palu dr H A Mukramin Amran Sp Rad mengungkapkan, sejak dibukanya Fakultas Kedokteran Unisa Palu pada 2009, total yang sudah lulus FK Kedokteran Unisa Palu sebanyak 95 orang. Mereka ini sudah melaksanakan tugas di berbagai Rumah Sakit, Puskesmas di kabupaten/kota se- Sulteng.

“Berkat kerjasama dari semua pihak, baik itu dari Yayasan Alkahiraat, Civitas Akademika, dukungan Pemda dan mitra kerja kami baik berupa Bank dan lainnya, maka Insya allah Fakultas Kedokteran akan terus eksis,” ujarnya.

Mukramin mengatakan, mulai priode pertama hingga ke X, angka kelulusan mahasiswa FK Unisa Palu tidak mengecewakan, diatas 74 persen. Bahkan lulusan pertama mencapai 100 persen lulus.

“Dalam pengembangan kedokteran ini kami telah melakukan kerjasama, baik nasional maupun internasional. Kami akan mensejajarkan FK Unisa ini dengan fakultas lainya,” ungkapnya.

Selain itu, Mukramin mengungkapkan, kemungkinan kedepan akan ada perubahan pada satu UU Dikdok.

“Yang intinya, suatu saat nanti Fakultas Kedokteran bukan menghasilkan dokter saja, tetapi juga menghasilkan dokter yang tidak berpraktik,” jelasnya.

“Jadi saya berharap para Sarjana Kedokteran agar belajar dengan baik. Karena apabila mengikuti ujian Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter kemudian tidak dinyatakan lulus, maka UU mengatakan bahwa mahasiswa kedokteran tidak berhak melakukan praktik dokter, tetapi berhak mendapatkan gelar dokter,” jelasnya.

Kata Mukramin, bagi mahasiswa kedokteran yang telah di sumpah, selanjutnya akan mengikuti pemahiran selama satu tahun, sesudah itu baru akan mendapat Surat Tanda Registrasi. FK maupun Universitas akan memberikan sertifikat sebagai dokter, tetapi tidak diberi peluang untuk berpraktik kedokteran.

“Olehnya itu saya minta berhati-hati, karena mengingat dokter praktik di Indonesia mencapai 3 ribuan, setelah ikut ujian tidak lulus-lulus. Maka dari itu, ini menjadi perhatian kita agar belajar baik-baik di tingkat profesi ini. Karena suatu hari nanti bisa bergelar dokter, tetapi tidak boleh memeriksa pasien,” ungkapnya.

Sekali lagi Mukramin berpesan kepada mahasiswa yang sudah mendapat sarjana kedokteran untuk berhati-hati dan belajar sebaik-baiknyanya.

“Semoga ini tidak terjadi di FK Unisa Palu, karena ini akan mengecewakan semua, baik orang tua maupun kami sebagai pendidik. Karena yang masuk di kedoteran adalah yang mau berpraktik dokter dan menangani pasien, jangan sampai hanya bergelar dokter tetapi tidak boleh menangani pasien,” katanya.

Kata dia, yang tidak bisa menangani pasien itu adalah yang tidak lulus-lulus Ujian Kompetensi Dokter Indonesia.

“Olehnya itu orang tua perlu pahami, yang mengatur ini bukanlah FK Unisa Palu, tetapi UU,” ujarnya.

Sementara yang sudah menjadi dokter, Mukramin berharap mengikuti lagi pemahiran di masyarakat, yang dilakukan di Puskesmas dan Rumah Sakit tipe D dan C yang bertebaran di seluruh Indonesia.

Reporter: Moh Fadel
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas