GELAR TERSANGKA - Kepala BNNP Sulteng, Brigjen Pol Drs. Suyono, MM, MBA, didampingi Kepala Bidang Pemberantasan BNNP Sulteng, AKBP. Baharudin, SE,M.Si, saat gelar tersangka dan barang bukti di kantor BNNP Sulteng, Rabu 24 April 2019. (Foto: Djunaedi/ Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.id – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulawesi Tengah, kurun waktu bulan Januari 2019 hingga April 2019, berhasil mengungkap kasus peredaran Narkoba sebanyak 19 kasus dengan tersangka sebanyak 30 Orang, yang terdiri dari 25 Tersangka Pria dan 5 Tersangka Wanita.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala BNNP Sulteng, Brigjen Pol Drs. Suyono, MM, MBA, dalam gelar tersangka dan barang bukti, di kantor BNNP Sulteng, Rabu 24 April 2019, yang juga dilaksanakan pemusnahan barang bukti Narkoba jenis Sabu.

Brigjen Pol Drs. Suyono, MM, MBA juga menjelaskan bahwa, dalam kurun waktu bulan Januari hingga April 2019, BNNP Sulteng, juga mengamankan barang bukti narkoba jenis Sabu, secara keseluruhan seberat, 929,15 gram, uang tunai Rp156 juta, kendaraan roda dua sebanyak 2 unit, kendaraan roda empat satu unit, serta sejumlah barang bukti lainya.

“Dari keseluruhan tersangka penyalah gunaan narkoba ini, kami menyita barang bukti sabu hampir 1 kg, atau tepatnya 929,15 gram, uang ratusan juta serat beberapa barang bukti lainnya, termasuk kendaran bermotor roda dua dan roda empat,” ungkapnya.

“Dari ke 30 tersangka ini, ada lima tersangka wanita, dan reat-rata mereka merupakan pemain lama, dan juga ada yang masih berstatus tahan lapas dan rutan, yang masih menjalani masa tahananya dengan kasus yang sama,” tambahnya.

Brigjen Pol. Drs. Suyono, MM, MBA juga mengatakan bahwa, para tersangka ini merupakan jaringan pengedar Narkoba jenis sabu di wilayah Kota Palu, dan Kepala BNNP Sulteng juga mengakui bahwa dalam pengembangan kasus narkoba, sebagian besar peredaran narkoba di Kota Palu, dikendalikan oleh Napi yang sedang menjalani masa hukumanyandi dalam Lapas petobo maupun di Rutan Maesa.

“Pemberantasan peredaran narkoba di Sulawesi Tengah sangat membutuhkan sinergitas semua pihak terkait dan juga peran masyarakat,” tegasnya.

“Sebagian besar peredaran narkoba di kendalikan dari dalam Lapas ataupun Rutan, dan hampir di semua Lapas ada, narapidan kasus narkoba yang mengendalaikan, dan hal inilah yang terus di lakukan bersam antara BNN bersam dengan Polri serta pihak Kemenhumkam, dalam memberantas peredaran Narkoba,” tegasnya.

Brigjen Pol. Drs. Suyono, MM, MBA juga menambahakan, dalam pengungkapan dan penangkapan terhadap para tersangka ini, tidak ada petugas BNNP Sulteng atau di pihak kepolisian yang terluka.

“Adapun Pasal yang dipersangkakan kepada para tersangka adalah pasal 112 ayat (2) dan atau pasal 114 ayat (2) UU RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman pidana penjara maksimal 20 Tahun,” tegasnya.

Dalam kesempatan ini juga, pemusnahan barang bukti narkoba Jenis sabu, dilaksanakan dengan cara narkoba jenis Sabu di masukkan dalam blender yang berisikan air, setelah itu di masukkan dalam air mendidih, dan selanjutnya di buang kedalam kloset kamar mandi.

Pemusnahan itu juga dihadiri oleh instansi terkait diantaranya perwakilan dari Kejati Sulteng, Pengadilan Negeri, BPOM, Dinas Kesehatan, Kemenkumham, BKKBN, dan perwakilan Pemprov Sulteng, dan dilanjutkan dengan menandatangani surat saksi atas pemusnahan barang bukti.

WNA Malaysia, DPO Lapas Petobo Ditangkap

Badan Narkotika Nasional Povinsi (BNNP) Sulawesi Tengah, berhasil mengungkap dan mengamankan pelaku tindak pidana penyalah gunaan Narkoba jenis sabu, yang diketahui merupakan salah satu bandar narkoba yang juga menjadi target operasi BNNP Sulteng.

Kepala Bidang Pemberantasan BNNP Sulteng, AKBP. Baharudidin, SE,M.Si, saat dikonfirmasi usai gelar tersangka dan barag bukti di BNNP Sulteng, Rabu 24 April 2019, mejelaskan, pengungkapan terhadap jaringan pengedaran narkoba jenis Sabu, yang diketahui salah satu pelakunya merupakan Napi Lapas Kelas II A Palu, yang kabur saat bencana alam lalu, dan pelaku yang sebelumnya berwarga negara asing (WNA) Malaysia itu, diamankan berdasarkan pengembangan dan penyelidikan, dan tersangka diamankan Tim berantas BNNP Sulteng, di Makasar pada Senin 11 Maret 2019 lalu.

“Tersangka yang bernama Alimuddin Bin Moh. Ajay alias Abang, merupakan WNA Malaysia, yang kabur saat bencana alam pada September lalu. Dan dalam pelariannya sempat mengubah kewarganegaraannya ke Warga Negara Indonesia (WNI), dan kembali menjalankan bisnis Narkobanya, hingga kembali tertangkap,” ungkapnya.

AKBP. Baharudidin menjelaskan, penangkapan terhadap tersangka Alimuddin Bin Moh. Ajay alias Abang, berawal dari penangkapan yang dilakukan terhadap dua pelaku Tindak pidana narkoba yang bernama Erwin Yassin alias Erwin dan Fery Manoarfa alias Akeng, yang diketahui kedia tersangka itu merupak Kurir Narkoba jenis sabu, dan diamankan di wilayah Kampung Nelayan, Kelurahan Talise, Kecamatan Palu Timur, Kota Palu, pada Jumat 9 Maret 2019, saat melakukan transsaksi Narkotika.

Dalam penyelidikan terhadap kedua kurir Narkoba itu, petugas mendapat keterangan yang menyatakan bahwa narkoba tersebut mereka ambil di Hotel Kampung Nelayan, atas arahan dari Yahya Ang alias Ko Ade, seorang napi Rutan Maesa Palu, dengan kasus Narkoba.

“Narkoba jenis Sabu yang dibawa oleh kedua kurir tersebut, dikatahui berdasarkan arahan dari saorang napi Rutan Maesa, dengan kasus Narkoba, yang bernama Yahya Ang alias Ko Ade. Dalam pengembangan dari tersangka Yahya Ang alias Ko Ade, penyidik mendapati nama pelaku lainya, yang mengarahkan penyidika ke tersangka lainya yang masih di Tahan di Lapas Petobo yakni Hajar Bin Tahir,” jelasnya.

Lebih jauh, Kepala Bidang Pemberantasan BNNP Sulteng, AKBP. Baharudidin, menjelaskan bahwa, berdasarkan pengembangan dari para tersangka itulah, penyidik BNNP Sulteng, mengetahui jaringan peredaran narkoba jenis Sabu itu.

Dalam penyelidikan petugas mengamankan tersangka, di Makasar, dan terus melakukan perngembangn di Kota Palu, hingga berhasil mengankan seorang wanita yang merupakan kaki tangan Alimuddin Bin Moh. Ajay alias Abang, yang bertugas menyimpan Narkoba, yang bernama Kartika alias Tika, warga jalan Merpati, Kota Palu.

Dari tangan para tersangka itu, petugas menyita barang bukti beruapa Tiga paket narkotika jenis Sabu berat brutto 71,42 gram, Tujuh unit Handphone, gulungan lakban warna coklat, Satu Unit Sepeda motor merk Honda CBR warna putih merah Nopol DN 6561 KO, satu buah ATM BRI, satu buah KTP, satu buah timbangan digital, dan Satu buah boneka panda.

“Para tersangka dikenakan Pasal pasal 112 ayat (2) dan atau pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) UU RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman pidana penjara maksimal 20 Tahun,” tegasnya.

Reporter: Djunaedi
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas