FOTO BERSAMA - Kakanwil Kemenag Sulteng H Rusman Langke didampingi Kepala Bidang Bimas Islam Muhammad Ramli, serta pejabat Kemenag lainya, saat menyampaikan sambutan di kegiatan Bimbingan Teknis Hisab Rukyat tahun 2019, di salah satu Hotel di Palu, Senin, 22 April 2019. (Foto: Humas Kanwil Kemenag Sulteng)

Palu, Metrosulawesi.id – Bidang Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Sulawesi Tengah menggelar kegiatan Bimbingan Teknis Hisab Rukyat 2019 di salah satu hotel di Kota Palu, Senin, 22 April 2019.

Kepala Kanwil Kemenag Sulteng H Rusman Langke mengungkapkan, ilmu hisab rukyat membutuhkan keseriusan dan ketelatenan.

“Olehnya itu saya berharap pengetahuan Hisab Rukyat dapat meminimalisir perbedaan pendapat khilafiyah untuk menentukan masuknya awal bulan dalam Islam, terutama menjelang masuknya 1 Ramadhan atau 1 Syawwal dan Idul Fitri,” ujarnya.

Rusman mengatakan, metodologi penetapan awal bulan dalam Islam memiliki dua perbedaan, diantaranya Hisab dan Rukyat.

“Hisab berdasarkan perhitungan ilmu falak dan ilmu astronomi. Metode ini sudah dapat menentukan sejak awal datangnya awal bulan. Sementara rukyat menggunakan metodologi pemantauan atau observasi langsung datangnya awal bulan, dengan menggunakan teknologi teropong canggih di padukan dengan teknologi IT melalui komputer,” jelasnya.

Kata Rusman, pemerintah dalam menetapkan datangnya awal bulan terutama masuknya 1 Ramadhan dan 1 Syawwal mengundang seluruh ormas Islam, dan memakai dua metode itu yakni Hisab dan Rukyat.

“Artinya, setelah diketahui dalam Hisab datangnya awal bulan, kemudian diyakinkan dengan metode melihat langsung bulan sabit atau hilal, alhamdulillah pada 2018 M /1439 H di Sulawesi Tengah hilal dapat terlihat dan dilaporkan pada Menteri Agama, melalui Dirjen Bimas Islam,” ungkapnya.

Selain itu, Rusman mengungkapkan pengukuran arah kiblat pada mesjid-mesjid terutama di daerah Palu, Sigi, Donggala,dan Parigi Moutong perlu diukur kembali, akibat gempa bumi dan likuifaksi yang terjadi lalu.

“Dengan pengetahuan ini diharapkan meminimalisir khilafiah dan perbedaan pendapat tentang arah kiblat,” ujarnya.

Kegiatan ini dihadiri oleh peserta dari lingkungan Kanwil Kemenag Sulteng, KUA dan Kemenag kabupaten/kota se-Sulteng.

Reporter: Moh Fadel
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas