Home Palu

19 SMP Negeri Mulai UNBK

H Ansyar Sutiadi. (Foto: Dok Metrosulawesi)
  • Ansyar: Semoga Listrik dan Jaringan Internet Stabil

Palu, Metrosulawesi.id – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Palu H Ansyar Sutiadi mengungkapkan ini Senin, 22 April 2019 SMP Negeri (SMPN) sebanyak 19 SMP negeri menyelenggarakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), sementara SMP swasta sebanyak 14 sekolah.

“Dari laporan yang kami terima, SMP baik negeri maupun swasta sudah siap dan telah melakukan sinkronisasi melaksanakan UNBK. Sejumlah sekolah ini tinggal menunggu waktu pelaksanaan pada 07.30 Wita besok,” kata Ansyar melalui ponselnya, Minggu, 21 April 2019.

Ansyar mengatakan dalam pelaksanaan UNBK esok, Pemeritah kota Palu akan melakukan pemantauan.
“Untuk memastikan kelancaran pelaksanaan UNBK. Kami juga telah mengirim surat pemberitahuan kepada Walikota Palu dan Wakil Walikota Palu, serta DPRD dan pihak lain yang terlibat untuk pemantauan UNBK,” ungkapnya.

“Saya berharap pelaksanaan UNBK berjalan dengan baik. Olehnya itu kami sangat mengharapkan dukungan jaringan internet dari Telkom serta listrik dari PLN, agar pelaksanaan UNBK tidak terganggu,” ujarnya.

Ansyar mengungkapkan bahwa tahun ini, jumlah siswa yang mengikuti UNBK SMPN sebanyak 3.319 peserta didik, sementara jumlah siswa SMP swasta 876 orang.

Sebelumnya, Asisten Manajer Bagian Jaringan PLN Area Palu, Ronggur Simanjuntak mengaku belakangan ini memang sering terjadi perbaikan jaringan listrik oleh PLN Area Palu, sehingga membutuhkan terjadinya pemadaman listrik.

“Pemadaman itu dilakukan tidak lepas dari kejadian gempa bumi yang terjadi sebelumnya, sehingga ada perbaikan-perbaikan. Bahkan diperkirakan, perbaikan ini kami akan lakukan sampai akhir tahun,” ujar Ronggur belum lama ini.

Namun kata Ronggur, pihak PLN berupaya keras agar perbaikan itu dilakukan sebelum pelaksanaan Ujian Nasional Berasis Komputer (UNBK).

“Bahkan sebelum UNBK SMK kemarin, kami sudah selesai melakukan perbaikan utamanya, tetapi untuk kedepanya, nanti ada penguatan atau penambahan sistem lagi,” ungkapnya.

Ronggur mengatakan, kelemahan sistem kelistrikan pada saat ini akibat gempa beberapa waktu lalu, sehingga membuat PLTU Mpanau di Tawaeli tidak beroperasi 40 Mega Watt.

“Jadi, apabila terjadi blackout atau padam seluruhnya maka tidak ada pembangkit PLN,” katanya.

Tetapi kata Ronggur, pada awal April lalu, Tim PLN berhasil mengoprasikan 15 unit pembangkit, ditambah dengan 7 unit yang ada sebelumnya, sehingg total ketambahan daya listrik sekitar 22 mega watt.

“Ini untuk menyalurkan listrik yang sifatnya urgen, seperti sekolah-sekolah yang melaksanakan UNBK, kantor polisi dan lain-lain,” katanya.

“Selain itu, seperti tahun-tahun sebelumnya anggota kami akan keliling ke sekolah-sekolah yang menyelenggarakan UNBK. Sesuai data yang ada pada kami, sebanyak 57 SMP negeri dan swasta menggelar UNBK. Olehnya itu, di sejumlah sekolah ini kami akan kontrol jaringan kelistrikannya,” ungkapnya.

Dia berharap tidak ada gangguan kelistrikan yang terjadi saat pelaksanaan UNBK, sehingga semua proses ujian berjalan lancar.

Reporter: Moh Fadel
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas