Asrul Achmad. (Foto: Ist)
  • Disdikbud Akan Lakukan Pemerataan Guru

Palu, Metrosulawesi.id – Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Tengah Asrul Achmad mengungkapkan berdasarkan data tahun 2018 Sulteng di jenjang SMK dan SMA masih kekurangan guru sebanyak 2.271 orang.

“2.271 orang itu terdiri dari guru SMA sebanyak 1.116 orang, SMK sebanyak 1.155 orang guru. Kekurangan guru tersebut didominasi oleh SMK, salah satu penyebabnya adalah perguruan tinggi yang ada di Sulteng tidak melahirkan calon guru produktif yang siap mengajar di SMK,” jelas Asrul belum lama ini.

Menurutnya, jumlah itu baru jumlah secara keseluruhan, masing-masing mata pelajaran. Sementara, untuk guru Bahasa Inggris dan Kimia sudah sangat berlebihan. Hanya saja kendalanya distribusi guru yang belum merata, sehingga masih ada sekolah yang kekurangan guru bahasa inggris dan kimia.

Olehnya, kata dia, ditahun 2019 ini Disdikbud akan melakukan pemerataan guru di sekolah-sekolah.

“Namun, jika memang sekolah masih kekurangan guru, sekolah tersebut diperkenankan untuk merekrut guru honorer, untuk memenuhi kebutuhan guru. Hal itu berdasarkan peraturan Mendikbud yang diperkuat oleh Peraturan Gubernur Sulteng,” ungkapnya.

Kata Asrul, sekolah diperkenankan untuk merekrut guru honorer, tetapi dengan catatan sesuai dengan kemampuan pendanaan sekolah tersebut, jangan dipaksakan.

“Regulasi ini merupakan salah satu upaya yang dilakukan pemerintah untuk memenuhi kebutuhan guru,” katanya.

Asrul mengatakan pemerataan guru akan dilakukan, mengingat ada beberapa guru mata pelajaran tertentu yang lebih di beberapa sekolah di Sulteng, hal ini dapat mengakibatkan guru tersebut tidak menerima tunjangan setiifikasi, karena tidak mencukupi jam mengajarnya.

“Upaya pemerataan guru belum bisa dilaksanakan secara penuh. Sebab, Disidikbud Sulteng masih menunggu regulasi zonasi yang berkaitan pemerataan guru tersebut. Sebab, secara teknis belum ada panduan yang diberikan oleh pemerintah pusat,” ujarnya.

Reporter: Moh Fadel
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas