Miyono. (Foto: Dok Metrosulawesi)
  • Miyono: Intinya Patut Kita Syukuri

Palu, Metrosulawesi.id – Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Sulawesi Tengah Miyono memastikan realisasi investasi di Sulawesi Tengah tidak hanya berfokus pada sektor pertambangan.

Miyono menyebut pencapaian investasi yang mencapai target patut untuk diberi apresiasi. Realisasi investasi yang menjanjikan itu memang lebih dominan pada sektor pertambangan, namun Miyono menyebut sektor industri lainnya pun tumbuh meski tidak setinggi pertumbuhan sektor pertambangan.

“Intinya patut kita syukuri. Karena ini tergolong direct investment, semoga semakin menambah daya dorong bagi pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja di Sulteng,” ungkap Kepala BI Sulteng Miyono kepada Metrosulawesi, Kamis 11 April 2019.

“Realisasi investasi tidak semuanya di pertambangan, dan juga relatif tersebar di beberapa kabupaten dan kota,” jelasnya.

Ia menyebut, nilai investasi terbesar berada di wilayah Kabupaten Morowali, yakni sebesar 51,21 persen atau lebih dari setengah.

Sebelumnya, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayana Terpadu Satu Pintu (PMPTSP) Sulawesi Tengah Christina Shandra Tobondo dalam Forum investasi 2019 menyatakan Provinsi Sulawesi Tengah merupakan salah satu wilayah yang sangat diminati investor.

Bahkan, tercatat ada sekitar Rp440 triliun nilai stok investasi untuk Sulawesi Tengah.
Adapun nilai investasi berdasarkan wilayah menurut data Dinas PMPTSP juga dikuasai oleh Morowali senilai Rp163 triliun, Kota Palu sebesar Rp145 triliun, serta Kabupaten Banggai Rp56 triliun.

“Sekiranya DPMPST di daerah bisa mengawal investasi yang Rp440 triliun itu. Apabila bisa terealisasi Rp440 triliun maka ekonomi Sulteng tentu sangat luar biasa baik,” harap Shandra.

Dinas PMPTSP Sulawesi Tengah menargetkan nilau investasi yang bisa terealisasi di 2019 ini sebesar Rp20,08 triliun.

Reporter: Tahmil Burhanudin
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas