Home Palu

Pelaksanaan Program TJPA Kembali Normal

264
SISWA TJPA - Salah satu siswa SD saat menulis huruf Al Quran dan membaca Al Quran di salah satu perlombaan yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Palu, beberapa waktu lalu. (Foto: Dok Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.id – Fasilitator Program Palu Kana Mapande (PKM), Arifuddin Arif mengungkapkan, pascabencana beberapa waktu lalu, program Tambahan Jam Pelajaran Agama (TJPA) di jenjang Sekolah Dasar (SD) Kota Palu yang telah memasuki tahun ketiga, sejauh ini sudah berjalan normal.

“Memang pascabencana kemarin ada tantangan dan hambatan dalam menerapkan program TJPA ini, termasuk dari aspek intensitas pertemuan jam belajarnya. Namun peserta didik rata-rata antusias saat diberikan penguatan pembelajaran agama dan termasuk juga sangat berkontribusi dalam pemulihan aspek psikososial dalam pendekatan religius,” ujar Arifuddin di Palu, Rabu, 10 April 2019.

Arifuddin mengatakan, saat ini memang guru TJPA telah ditekankan bahwa selain fokus mencapai target pembelajaran di program tersebut, namun juga harus bisa membangun suasana psikososial anak melalui pendekatan keagamaan.

“Masuk di bulan keempat program TJPA sudah kembali normal, sesuai dengan jam pertemuan yang ditetapkan pada pukul 13.00 wita,” ungkapnya.

Arifuddin mengaku, kemampuan psikologis membaca dan menulis huruf Al Quran para siswa kelas lima SD selama mengikuti proses TJPA ini bervariasi.

“Ada yang sudah bagus sekali karena memang dari tuntutan keluarga serta dari Taman Pengajianya, kemudian ada juga yang masih belum lancar, tetapi sudah punya dasar untuk membaca huruf Al Quran,” ujarnya.

Kata dia, bagi siswa yang belum lancar diberikan perhatian khusus oleh pengajar, sehingga ada kemajuan.

“Bahkan ada yang sama sekali tidak tahu membaca Al Quran. Namun melalui program ini, Alhamdulillah mereka sudah bisa membaca Al Quran,” katanya.

Arifiddun mengatakan, kurang lebih 600 siswa tiap tahunya di jenjang SD telah ditamatkan dan diberikan sertifikat kelulusan mengikuti program ini.

“Pascabencana tiga bulan, program ini jadwalnya dimajukan sebelum dzuhur, dengan estimasi waktu satu jam saja. Tetapi sekarang sudah normal dua jam, kemudian waktunya juga sudah kembali lagi seperti biasa,” ungkapnya.

Reporter: Moh Fadel
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas