BERSAMA KAK SETO - Ratusan anak TK dan SD dari Kota Palu dan sekitarnya bergembira bersama kak Seto di Sulteng Expo di Sirkuit Panggona Eks STQ Palu, Rabu, 10 April 2019. (Foto: Michael Simanjuntak/ Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.id – Seto Mulyadi, yang akrab disapa kak Seto menghibur ratusan anak di Sulteng Expo di Sirkuit Panggona Eks STQ Palu, Rabu, 10 April 2019. Seto dalam kesempatan ini berkumpul bersama ratusan anak TK dan SD dari Kota Palu dan sekitarnya.

Pascabencana, Seto sedikitnya sudah tiga kali menyempatkan diri menghibur anak korban terdampak gempa, tsunami dan likuifaksi. Dia mengajak anak-anak agar terus bangkit atas bencana alam yang melanda Palu pada 28 September lalu.

“Lima hari pascabencana di Palu, Sulawesi Tengah, saya menulis di Media Indonesia mengatakan saya bertemu anak-anak tangguh yang luar biasa karena cepat bangkit dan mohon terus dijaga untuk menjadi pemimpin-pemimpin yang hebat dimasa mendatang,” ucapnya.

Melihat senyum dan tawa anak-anak yang dihibur, Seto dengan mantab mengatakan bahwa anak-anak di Kota Palu kuat dan cepat bangkit. Kenyataan seperti itu berbeda ia temui di daerah lain yang juga mengalami bencana.

“Kalau dibandingkan dengan daerah lain, saya melihat di Palu, Sigi dan Donggala lebih cepat pulihnya. Saya salut sekali karena dari hari pertama pascabencana kami datang kesini (Sulteng), anak Pasigala bisa bernyanyi ceria,” ujar kak Seto.

Secara pribadi, Seto mengatakan mendapat pelajaran berharga dari anak-anak Pasigala karena sudah mulai melupakan bencana yang meluluhlantakkan seisinya. Menurutnya bagi anak-anak tidak mudah pulih atas trauma suatu bencana, khususnya fenomena likuifaksi di Palu dan Sigi yang menjadi perhatian masyarakat internasional.

“Saya belajar dari anak-anak perkasa Pasigala, mereka memiliki semangat bangkit yang kuat,” kata dia.

Selain salut kepada anak-anak, Seto juga salut kepada masyarakat yang juga cepat bangkit seperti sediakala. Kesalutan tersebut kemudian didukung sejumlah infrastruktur dasar yang sudah kembali normal.

Kegiatan bersama kak Seto dibuka Staf Ahli Gubernur Sulteng Ikhwan yang dihadiri Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulteng Irwan Lahaca, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sulteng CH Sandra Tobondo serta pejabat terkait.

“Kegiatan ini diselenggarakan bagian dari program trauma healing agar anak-anak kita terus bangkit,” jelas Ikhwan.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas