Home Palu

BKPM akan Luncurkan Aplikasi Kopi Mantap

Deputi Bidang Pengembangan dan Kerjasama Penanaman Modal BKPM Republik Indonesia, Wisnu Wijaya Soedirjo saat memberikan sambutan pada acara Sulteng Expo 2019. (Foto: Fikri Alihana/ Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.id – Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Republik Indonesia akan meluncurkan sebuah platform aplikasi bernama Koordinasi Pengawalan Investasi Memanfaatkan Aplikasi atau Kopi Mantap.

Hal ini diungkapkan langsung oleh Deputi Bidang Pengembangan dan Kerjasama Penanaman Modal BKPM Republik Indonesia, Wisnu Wijaya Soedirjo, saat memberikan sambutan pada acara Sulteng Expo 2019, Selasa malam, 9 April 2019. Ia menjelaskan, aplikasi ini merupakan sistem lanjutan dari program Online Single Submission (OSS) atau Perizinan Online Terpadu.

Wisnu menjelaskan, sistem ini akan secara otomatis memudahkan investor dalam menanamkan modalnya khususnya di wilayah Indonesia bagian timur. Sebab, menurutnya koordinasi antar stakeholder yakni Kementerian/Lembaga (K/L) maupun Pemerintah Daerah (Pemda) melalui Kopi Mantap akan lebih efektif dan terbuka.

“Tadi kami menyampaikan bahwa pemerintah sudah meluncurkan OSS, aplikasi bagi perizinan investasi yang terintegrasi secara elektronik. Dari perizinan-perizinan yang sudah didapatkan melalui OSS ini bagaimana pengawalan kegiatan investasi ini (melalui Kopi Mantap). Tentu ada perubahan pola,” ujarnya.

Dia mengatakan, sebelum ada sistem OSS, para pengusaha harus menyiapkan dan melengkapi berkas persyaratan terlebih dahulu dalam mengajukan perizinan. Apabila semua berkas persyaratan tersebut sudah lengkap, maka izin usaha baru bisa diterbitkan.

“Tak jarang, dalam proses melengkapi data persyaratan tersebut, perusahaan juga bersinggungan dengan kewenangan dari pemerintah provinsi atau kabupaten/kota. Pada tahapan inilah aplikasi Kopi Mantap dibutuhkan oleh para stakeholder atau pemangku kepentingan lainnya,” katanya.

Menurutnya, setelah ada OSS, pola tersebut dibalik. Lewat OSS, setiap pengusaha dan perusahaan bisa mendapatkan izin usaha terlebih dulu. Kemudian mereka harus berkomitmen untuk melengkapi persyaratan yang lain.

“Misalnya untuk izin lokasi, sudah ada pemenuhan untuk pertimbangan teknis pertanahan yang dikeluarkan oleh BPN dan disampaikan ke BPN PTSP. Nanti BPN PTSP daerah akan menyampaikan ke dalam sistem Kopi Mantap bahwa untuk komitmen investasi izin lokasi sudah ada pertimbangan teknis pertanahannya dari kantor pertanahan kabupaten kota,” ujar dia.

Di samping itu, dengan ada sistem ini, pihaknya juga lebih mudah melakukan pengawasan terhadap perusahaan-perusahaan yang tengah mengajukan perizinan. Sehingga jika ada perusahaan yang belum memenuhi komitmennya, maka BKPM bisa menindaklanjuti agar komitmen itu bisa dipenuhi sesuai dengan jangka waktu yang ditetapkan.

“Di OSS, protokol komunikasi ini belum selesai. Makanya saat ada penyerahan aplikasi OSS ke BKPM, BKPM melanjutkan pemenuhan sistem protokol komunikasi ini. Ini merupakan sistem lanjutan dari OSS,” pungkasnya.

Reporter: Fikri Alihana
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas