Home Pendidikan

350 Siswa Berebut Tiket ke Olimpiade Nasional

LOMBA OSP - Sejumlah siswa saat mengikuti Olimpiade Sains Provinsi, di salah kelas SMAN 2 Palu, Rabu, 10 April 2019. (Foto: Moh Fadel/ Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.id – Sebanyak 350 peserta didik berasal dari Kabupaten/Kota se-Sulawesi Tengah mengikuti Olimpiade Sains Tingkat Provinsi (OSP) yang dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulteng, di SMA Negeri 2 Palu, Rabu, 10 April 2019. Mereka berebut tiket ke olimpiade tingkat nasional.

Kepala Bidang Pembinaan SMA, Disdikbud Sulteng Muhlis usai memantau pelaksanaan OSP tersebut, mengungkapkan ada sembilan mata pelajaran (mapel) yang di-olimpiadekan di antaranya: Kimia, Fisika, Komputer, Kebumian, Geografi serta pelajaran lainnya.

“Kegiatan ini dilaksanakan selama sehari saja (hari ini-red) untuk 9 mapel, dipusatkan di SMAN 2 Palu,” ungkapnya.

Muhlis berharap peserta olimpiade sains provinsi bisa tembus ke olimpiade sains tingkat nasional, yang akan diadakan di Manado pada Juni mendatang.

“Hasil atau pengumuman olimpiade sains provinsi ini akan ditentukan oleh panitia pusat, sebab soalnya pun dari pusat. Jadi kami Disdikbud Provinsi hanya menfasilitasi kegiatan tersebut dan pemeriksanaan akan dilakukan di pusat,” katanya.

Kadisdikbud Sulteng, Irwan Lahace mengatakan karena di ajang OSP ini peminatnya banyak, pihaknya berharap pembiayaan melalui APDB Provinsi bisa cukup, sehingga dapat memicu anak didik Sulteng untuk berprestasi.

“Olehnya itu kami berharap kegiatan ini sejalan dengan pembiayaan, selain itu kami berharap peserta didik kita dapat bersaing di tingkat Nasional bahkan mungkin ke Internasional. Inilah harapan kami dalam meningkatkan prestasi siswa,” ungkapnya.

Sebelumnya OSN tingkat Kota Palu telah dimulai, Kepala Disdikbud Palu Ansyar Sutiadi mengatakan perlombaan OSN ini merupakan evaluasi terhadap pembinaan peserta didik yang dilakukan sekolah. Evaluasi ini bukan akhir, tetapi merupakan penilaian dari proses pembinaan di sejumlah sekolah.

Selain itu, Ansyar mengungkapkan, peningkatakan kompetensi dan tenaga kependidikan akan dapat diukur saat perlombaan OSN ini.

“Kita akan melihat sekolah mana yang berhasil merebut juara atau berhasil mendapatkan predikat terbaik, pasti pembinaan di sekolah itu dilaksanakan dengan baik,” ungkapnya.

Ansyar mengaku, walaupun sekolah yang berada di pinggiran belum mampu meraih posisi satu atau dua, tetapi prestasi yang mereka raih beberapa waktu lalu sangat baik, bisa masuk di posisi lima besar.

“Semoga tahun ini lebih meningkat lagi. Setelah lomba ini target kami sudah bukan lagi target provinsi, karena kita pasti juara di provinsi. Jika kita tidak juara di tingkat provinsi, berarti ada yang salah dengan pendidikan di Kota Palu, sebab kita ini ibu kota provinsi, kita mempunyai kelengkapan sarana prasarana, kita memiliki guru yang mempunyai pengetahuan dan keterampilan yang baik,” ujarnya.

Olehnya itu kata Ansyar, target Kota Palu adalah target nasional. Tetapi selama tiga tahun pihaknya menjabat di Disdikbud Palu, dirinya belum pernah mendapatkan prestasi akademik yang baik dari SMP untuk tingkat nasional.

Reporter: Moh Fadel
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas