Senior Vice President PT.Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), Slamet Viktor Panggabean. (Foto: Djunaedi/ Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.id – Senior Vice President PT.Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), Slamet Viktor Panggabean menjelaskan, terkait dengan investasi di kawasan PT.IMIP saat ini tercatat ada 29 pabrik pengolahan nikel yang sudah beroperasi dan yang sedang membangun di atas lokasi seluas 2 ribu hektare.

“Dari luasan lokasi itu, baru sekitar 30 persen yang termanfaatkan,” ungkapnya pada pertemuan dengan wartawan di Palu, Selasa 9 April 2019.

Menurut Slamet Viktor Panggabean, ada tiga perusahaan lagi yang akan dibangun di kawasan industri Morowali itu nanti, yaitu pabri baterai lithium yang akan menjadi pabrik terbesar di Asia Tenggara, kemudian pabrik mangan dan carbon steel.

“Semuanya masih dalam proses perizinan,” ujarnya.

Saat ini, PT IMIP mempekerjakan sebanyak dua ribu tenaga kerja asing dan 31 ribu tenaga kerja lokal. Jumlah tenaga kerja asing sebanyak itu karena hanya untuk tenaga kerja khusus saja, yang setiap saat jumlahnya akan berkurang, karena sudah ada alih teknologi.

Maka solusi dari pengurangan tenaga kerja asing itu, pihak PT IMIP telah membangun Politeknik Manufaktur yang tenaga pengajarnya berasal dari Institut Teknologi Bandung. Maka dalam 5 tahun ke depan, tenaga kerja asing ini akan terus berkurang, dan diisi oleh tenaga kerja lokal alumni politeknik itu.

“Kita memang membutuhkan banyak tenaga kerja. Satu pabrik saja, membutuhkan sekitar 1500 tenaga kerja,” kata Slamet Viktor Panggabean.

Reporter: Djunaedi
Editor: Syamsu Rizal

Ayo tulis komentar cerdas