Home Pendidikan

MTs Gelar USBN Berbasis Android

303
USBN - Sejumlah siswa Madrasah di Kabupaten Sigi, saat mengikuti USBN Berbasis Android, belum lama ini. (Foto: Ist)

Palu, Metrosulawesi.id – Kepala Seksi Kurikulum dan Evaluasi Pendidikan Madrasah Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Tengah, Dr Djamil M Nur mengungkapkan, sejumlah Madrasah Tsanawiyah di Kabupaten Sigi, Poso, Buol serta Kota Palu tahun ini melaksanakan Ujian Sekolah Berstandar Nasional- Berbasis Komputer (USBN-BK).

“Bahkan USBN berbasis Android juga dilaksanakan oleh sejumlah MTs, salah satunya di Kabupaten Sigi 100 persen melaksanakan USBN-BK maupun Android,” ujar Djamil di ruang kerjanya, Selasa, 9 April 2019.

Kata Djamil, USBN-BK ataupun USBN berbasis Android pertamakalinya diterapkan oleh sejumlah MTs di beberapa kabupaten tersebut.

“Terkait soal USBN, 25 persen disusun oleh pusat, sementara sisanya 75 persen dilengkapi oleh pemerintah provinsi, dalam hal ini di koordinir langsung oleh Kanwil Kemenag Provinsi dan Kemenag Kabupaten/Kota,” jelasnya.

“Karena USBN berbasis komputer ini baru pertamakalinya digelar, diharapkan nilai yang diperoleh oleh siswa bisa dipertangungjawabkan. Jadi, mungkin dulu bisa bias penilaiannya, tetapi jika ujianya menggunakan komputer ataupun android, nilainya mungkin bisa lebih valid lagi didapatkan bahwa itu benar-benar hasil belajar siswa,” katanya.

Djamil mengatakan bahwa dari pantauannya selama turun ke MTs, para siswa lebih senang ujian berbasis komputer dibandingan berbasis kertas dan pensil.

Dr Djamil M Nur. (Foto: Moh Fadel/ Metrosulawesi)

“USBN berbasis Android ini sangat disukai para siswa, sebab ini kebiasan mereka, sehingga diperhadapkan dengan alat elektronik seperti Android itu mereka lebih rileks saat ujian,” ungkapnya.

Bahkan kata Djamil, pelaksanaan USBN-BK ini lebih menghemat biaya.

“Sekedar informasi, di MAN 1 Palu untuk tahun lalu pengadaan soal USBN itu sekitar Rp 20 jutaan. Jika USBN berbasis komputer pembiayaan tidak mencapai itu. Artinya pembiayaan pelaksanaan USBN sangat minim dibandingkan berbasis kertas dan pinsil,” ujarnya.

Djamil berharap pelaksanaan USBN-BK ini dapat terlaksana dengan baik, sehingga para siswa juga meraih nilai terbaik.

Untuk pengumuman kelulusan, Djamil mengungkapkan bahwa sesuai Pos USBN, yang menentukan lulus atau tidaknya siswa itu adalah madrasah masing-masing.

“Jadi Madrasah yang menentukan kelulusan. Untuk jadwal pengumuman kelulusan Madrasah Ibtidaiyah (MI) pada 12 Juni 2019, sementara MTs, 29 Mei 2019, sedangkan untuk MA, 13 Mei 2019,” katanya.

Djamil mengatakan dalam pelaksanaan pengumuman kelulusan, pihaknya berharap siswa tidak melakukan coret-coret baju seragam dan konvoi.

“Saya berharap para siswa madrasah berdzikir dan bersyukur sebelum pengumuman kelulusan. Jika terjadi coret-coret dan konvoi, Kanwil Kemenag Sulteng akan menegur madrasah yang membiarkan siswanyan coret seragam sekolah dan konvoi,” ungkapnya.

Reporter: Moh Fadel
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas