Muhammad S Lahanto. (Foto: Ist)

Palu, Metrosulawesi.id – Direktur PT Citra Nuansa Elok, pengelola Mall Tatura Palu, Muhammad S. Lahanto mengungkapkan bahwa pada 30 Mei 2019, atau seminggu sebelum lebaran, pembongkaran Mall Tatura Palu telah selesai.

“Saya ingin ini disampaikan ke masyarakat, agar tahu progres pembangunan Mall Tatura Palu hingga saat ini sampai dimana. Mudah-mudahan juga, pada akhir Mei perencanaan MTP sudah selesai. Sehingga pada Juni kita sudah ancang-ancang mulai proses pembangunan,” kata sosok yang akrab disapa Memet ini pada awak media di Palu, Selasa, 9 April 2019.

Kata dia, hal itu akan dibicarakan juga pada Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang Insya Allah juga akan dilaksanakan pada awal Juni.

“Paling lambat RUPS itu akhir Juni, tapi dari manajemen pelaksanaan RUPS itu akhir Mei atau awal Juni. Dan itu adalah tenggat waktu yang telah ditentukan oleh aturan perusahaan,” katanya.

Memet mengungkapkan pihaknya juga telah mendapatkan lokasi tempat pembuangan sisa bongkaran Mall Tatura Palu.

“Awalnya sisa bongkaran itu akan dibuang di Tempat Pembuangan Sampah Akhir di Kawatuna. Namun ada warga yang namanya Romy, warga Lasoani punya lokasi diatas Bandara Mutiara Sis Al Jufri, yang kurang lebih luasnya 2 hektar dan ada lubang di lokasi tanah itu, kurang lebih dalamnya 3-5 meter. Dia pun mengizinkan kami membuang sisa bongkaran di tanahnya yang berlubang itu. Ini sekalian juga membantu Romy menimbun lokasi tanahnya agar lebih baik,” jelasnya.

Selain itu, Memet mengungkapkan bahwa dalam perencanaan Mall Tatura Palu, pihaknya juga melakukan visibility study (uji kelayakan).

“Uji kelayakan yang kami lakukan juga untuk memperkuat perencanaan pembangunan Mall Tatura Palu. Bahwa Mall itu layak dibangun, layak ditempati bagi tenant-tenant. Uji kelayakan itu juga sebagai power bagi PT CNE dalam proses pembangunan ini,” jelasnya.

Kata dia, dalam visibility study itu juga pihaknya bisa menentukan target Break Even Point (BEP).

“Kami berharap kedepan, pembangunan Mall Tatura Palu ini tidak berhutang lagi ke Bank, namun berharap dari tenant-tenant yang ada. Target kami lima tahun BEP,” katanya.

Sebenarnya, kata Memet, ada beberapa cara agar pembangunan kembali Mall Tatura Palu ini tidak menyusahkan APBD Kota Palu atau pun berhutang ke bank.

“Salah satunya melalui tenant-tenant tadi. Bisa juga jika ada pengusaha besar ingin membangun, kami silahkan, dan kami bayar berdasarkan progres dan kami bisa juga bayar tunda,” katanya.

Namun, kata Memet, jangan salah persepsi bahwa jika ada pengusaha yang masuk berinvestasi besar langsung akan memperoleh saham.

“Kami sebisa mungkin tidak akan menjual saham. Dan itu harapan Walikota Palu, Hidayat dan harapan masyarakat Kota Palu. Karena memang, Mall Tatura Palu ini adalah kebanggaan masyarakat Kota Palu,” katanya.

“Saya pun berharap, doa masyarakat Kota Palu untuk kelancaran pembangunan kembali Mall Tatura Palu ini yang merupakan kebanggan kita bersama,” katanya.

Reporter: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas