“Dana stimulan sudah cair, sekarang ada di kas masing-masing Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kabupaten/kota terdampak bencana” - LONGKI DJANGGOLA, Gubernur Sulteng -
  • Penyalurannya Tinggal Menunggu Juklak

Palu, Metrosulawesi.id – Gubernur Sulteng H Longki Djanggola mengungkapkan dana stimulan bantuan perbaikan rumah rusak akibat bencana di Palu, Donggala, Sigi dan Parigi Moutong (Padagimo) telah cair.

“Dana stimulan sudah cair, sekarang ada di kas masing-masing Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kabupaten/kota terdampak bencana,” ungkap Longki di Palu, Selasa, 9 April 2019.

Longki menjelaskan dana stimulan yang telah masuk ke BPBD merupakan pencairan tahap satu ditransfer langsung dari kas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Total dana stimulan tahap satu mencapai Rp235 miliar.

Namun meski sudah berada di kas BPBD kabupaten/kota Padagimo, dana stimulan belum bisa digunakan. Gubernur mengatakan penggunaan dana stimulan masih menunggu petunjuk pelaksanaan (juklak) dan petunjuk teknis (juknis).

“Sekarang masih menunggu juklak dan juknisnya terkait mekanisme penyalurannya,” ucapnya.

Sementara terkait santunan duka untuk korban meninggal dunia, Gubernur Longki menyatakan masih akan terus mengupayakannya ke pemerintah pusat. Dalam waktu dekat, pihaknya akan kembali menemui pihak terkait di Jakarta.

“Kalau santunan duka belum, masih sementara, nanti hari Kamis saya mau curhat (ke pemerintah pusat),” tandas Longki.

Kepala BPBD Provinsi Sulteng, Bartholomeus Tandigala mengatakan pihaknya akan berupaya secepat mungkin mengeluarkan juknis setelah menerima juklak dari pemerintah pusat melalui BNPB.

“Nanti kita akan langsung keluarkan juknis, konsepnya sudah ada, tinggal tunggu juklak,” kata dia.

Bartholomeus mengaku belum mengetahui jumlah penerima dana stimulan bantuan rumah rusak tahap satu. Saat ini kata dia, calon penerima dana stimulan Rp235 miliar tengah diasistensi.

“Masih diasistensi di Jakarta, yang pasti dana stimulah tahap satu sudah cair di BPBD kabupaten/kota,” pungkasnya.

Seperti diketahui, dana stimulan yang dikucurkan pemerintah melalui dana siap pakai di BNPB diberikan untuk perbaikan atau pembangunan kembali rumah rusak dengan kategori rusak ringan sebesar Rp10 juta, rusak sedang Rp25 dan rusak berat Rp50 juta.

Sebelumnya Bartholomeus mengatakan, 4.000 lebih rumah rusak kategori berat penerima dana stimulan tahap satu.

“Dana stimulan didahulukan untuk rumah rusak berat, sebab banyak yang hidup di pengungsian karena sudah tidak ada rumah tapi tanahnya masih ada. Makanya didahulukan agar bisa membangun kembali rumahnya,” ucapnya.

“Tapi dari 4.000 lebih yang kami usulkan penerima tahap pertama belum tentu dipenuhi karena ada biaya administrasi,” tambah Bartholomeus.

Untuk dana stimulan 4.000 rumah rusak tersebut akan menelan anggaran sekitar Rp279 miliar. Adapun total anggaran yang akan dikucurkan untuk dana stimulan perbaikan rumah rusak mencapai Rp2,6 triliun. BPBD Sulteng mencatat total sekitar 100 ribu lebih rumah terdampak bencana yang akan mendapat bantuan dana stimulan.

Bartholomeus memastikan dana stimulan akan diberikan berbentuk uang melalui transfer bank. Namun dalam penggunaannya, penerima akan didampingi Pokmas agar dana stimulan tepat sasaran. Sesuai peruntukan bantuan, dana stimulan untuk perbaikan rumah rusak pasca terdampak bencana pada 28 September lalu.

Masyarakat diharap memaklumi lambatnya pencairan dana stimulan sebab dalam pelaksanaannya harus penuh kehati-hatian. Selaku pemerintah daerah, Bartholomeus menuturkan akan terus berupaya agar pencairan dana stimulan bisa secepatnya.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas