Home Sulteng

Stunting Turun, TBC Meningkat

218
Longki Djanggola. (Foto: Ist)
  • Longki Beberkan Hasil Rikesdas

Palu, Metrosulawesi.id – Gubernur Sulteng H Longki Djanggola membeberkan hasil Riset Kesehatan Daerah (Rikesdas). Rikesdas yang dibeberkan hasil 2018, mencakup stunting, gizi buruk, angka kematian bayi, TBC, kusta hingga schistosomiasis.

Longki mengungkapkan relevansi stunting di Sulteng menunjukkan penurunan yang cukup berarti yakni 32,2 persen dibandingkan tahun 2013 yakni 41,2 persen. Namun penurunan itu masih sedikit diatas standar nasional sebesar 30,8 persen. Berbeda dengan stunting, untuk kasus Tuberculosis (TBC) jutru meningkat.

“Angka penemuan kasus TBC yaitu 59 persen mengalami peningkatan dari dari tahun sebelumnya yaitu 40 persen,” ungkap Longki saat Rapat kerja kesehatan daerah di Palu baru-baru ini.

Untuk gizi buruk dikatakan mengalami perbaikan dengan adanya penurunan dalam tiga tahun terakhir. Longki merincikan pada 2015 sebesar 569 kasus, pada 2017 sebesar 479 kasus, dan pada 2018 sebesar 232 kasus. Terkait angka kematian bayi, pada 2018 sebesar 9 per 1.000 kelahiran hidup menurun dibandingkan dua tahun terakhir yakni pada 2016 sebesar 11 per 1000 kelahiran hidup.

Sementara untuk penyakit kusta, gubernur menuturkan Sulawesi Tengah merupakan provinsi pertama di Pulau Sulawesi yang dinilai berhasil melakukan eliminasi pada 2018. Saat ini ada 5 kabupaten yang telah mengeliminasi kusta yakni Poso, Banggai, Bangkep, Parigi Moutong dan Morowali Utara.

“Kami targetkan pada 2021, seluruh kabupaten/kota telah mengeliminasi penyakit kusta,” tuturnya.

Gubernur melanjutkan penyakit schistosomiasis prevelensi pada manusia telah mengalami penurunan dalam tiga tahun terakhir. Pada 2015 sebesar 1,2 persen dapat ditekan menjadi 0,36 persen pada tahun 2018. Untuk cakupan untuk imunisasi dasar lengkap Sulteng sebesar 90,1 persen. UCI Desa sebesar 84,1 persen dan pemberian Imunisasi Measles Rubela (IMR) di Sulteng pada 2018 telah mencapai target yakni sebesar 96,01 persen atau 776.551 anak yang telah di imunisasi.

Dengan hasil itu, Longki mengklaim pembangunan kesehatan di Provinsi Sulteng terus mengalami perkembangan, walaupun dibeberapa sisi masih terdapat pula sejumlah permasalahan.

“Khusus tahun ini yang menjadi prioritas Sulteng sejalan dengan program nasional terkait peningkatan pelayanan kesehatan dan gizi masyarakat yaitu mewujudkan pelayanan kesehatan prima bagi masyarakat yang terjangkau dan berkualitas dengan sasaran strategis meningkatnya ketersediaan dan keterjangkauan pelayanan kesehatan bermutu bagi seluruh masyarakat,” tandas Longki. (*)

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas