FOTO BERSAMA - Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia Kota Palu Drs.Sagir M.Amin,M.Pd.I (Tengah baju koko putih kopiah hitam) saat hadiri perayaan Isra Mi'raj Fakultas Agama Islam, belum lama ini. (Foto: Ist)

Palu, Metrosulawesi.id – Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Palu, Drs Sagir M. Amin M Pd I mengajak mahasiswa Universitas Alkhairaat (Unisa) melakukan kajian ilmiah terhadap fenomena Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW.

“Banyak pembelajaran yang kita peroleh dari peristiwa monumental ini. Kalau dari kajian iman sudah final. Tapi dari segi ilmiah, sebagai insan akademik masih perlu kita lakukan. Kajian secara ilmiah misalnya kenapa saat diluar angkasa Nabi tidak beku saat melewati Planet Pluto atau hangus terbakar saat melewati planet luar angkasa lainnya,” ujar Sagir saat menyampaikan hikmah Isra Mi’raj di Aula Fakultas Agama Islam belum lama ini.

Sagir mengatakan, tidak ada metode terbaik cara mengenal Allah dan segala ciptaannya selain bersujud menyembah Allah melalui perintah shalat yang diterima langsung dihadapan Allah SWT. Dia mengatakan, semua agama punya shalat masing-masing, cuma berbeda pelaksanaannya.

Menurutnya, Allah mengangkat harkat dan martabat manusia melalui shalat lima waktu. Namun kata Wakil Ketua MUI ini, shalat fardhu adalah kuncinya. Isinya adalah shalat sunnat.

“Cucu Sayyidina Ali digelari As-Sajad atau ahli sujud karena shalat sunnat yang dilakukannya sebanyak lima ratus rakaat sehari semalam. Ada juga sahabat nabi yang mengerjakan shalat sunnat hingga capek baru tahiyat,” katanya.

“Sebagai masyarakat ilmiah, saya meminta mahasiwa rajin melakukan diskusi dan kajian ilmiah terkait fenomena ini. Misalnya kenapa Nabi bertahannus atau beruzlah di Gua Hira, Ashabul Kahfi keluar dari realitas kehidupan masyarakat, atau Imam Ghazali yang melakukan hal yang sama selama sepuluh tahun di menara Masjid Damaskus. Pesan yang ingin disampaikan dalam konteks kehidupan saat ini bagi mahasiswa adalah rajin bangun tengah malam shalat tahajud kemudian belajar, maka kita akan merasakan kedekatan kita dengan Rabb, Sang Pemberi Kehidupan,” jelasnya.

Rektor Universitas Alkhairaat (Unisa) Dr.H.Hamdan Rampadio dalam sambutannya mengatakan, perintah shalat adalah harga mati yang tidak bisa ditawar lagi.

Turut hadir dalam perayaan Isra Mi’raj yang digagas pengurus BEM Fakultas Agama Islam ini yakni Dekan FAI Dr.H.Abdul Gafar Mallo, Dekan Fakultas Perikanan Dr.Umar Alatas, para Wakil Dekan, Dosen, Pegawai dan Mahasiswa Universitas Alkhairaat Palu.

Reporter: Moh Fadel
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas