Taufik Yotolembah. (Foto: Metrosulawesi/ Tamsyir Ramli)

Donggala, Metrosulawesi.id – Pascakeluarnya putusan MK tentang diperbolehkan calon pemilih menggunakan surat keterangan (suket) pada pileg/pilpres 17 April mendatang berimplikasi membludaknya permintaan pembuatan surat keterangan (suket) di kantor catatan sipil.

Kadis Capil Taufik Yotolembah mengatakan, pihaknya saat ini terus mengeluarakan suket bagi warga Donggala yang belum memiliki KTP tetapi sudah melakukan perekaman.

“Sekarang ada sekitar 6000-an surat keterangan yang kami keluarkan dan saya perintahkan staf saya agar mengeluarkan suket sebanyak-banayaknya asalkan warga yang mengingkan suket sudah melakuakn perekaman,” katanya, Senin 8 April 2019.

Dia menambahkan, pembuat suket diperbanyak dikarenakan blangko KTP juga masih sangat terbatas yang diberikan oleh Kementerian Dalam Negeri, tetapi saat sekarang jika diakumulatif perhatian masyarakat untuk mengurus KTP mengalami peningkatan sekitar 96%.

“Anda bayangkan saja ada 514 kabupaten/kota di seluruh Indonesia yang memiliki persolan sama yakni blanko KTP, tapi untuk Donggala capil sudah melakukan perekaman KTP sudah diangka 96% , kami tidak khawatir dengan persoalan pemilu jika memang nantinya dikaitkan dengan Capil utamanaya persoalan partisipasi pemili jika nantinya meningkat atau berkurang, yang mana salah satu syarat dalam penyaluran hak suara harus memiliki KTP/Suket untuk melakukan pencoblosan. Berdasarkan data DP4 (daftar penduduk pemilih potensial pemilu) melalui Kemendagri penduduk Donggala berjumlah dua ratus delapan belas ribu jiwa, dan lima tahun kedepan kursi anggota DPRD Donggala akan bertambah lima kursi,” tuturnya.

Reporter: Tamsyir Ramli
Editor: Syamsu Rizal

Ayo tulis komentar cerdas