Wayan Edi. (Foto: Fikri Alihana/ Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.id – Sepanjang 2019 ini, Bank Mandiri Taspen (Mantap) Cabang Palu menargetkan dana pihak ketiga (DPK) sebesar Rp150 miliar.

“Namanya perbankan pasti memiliki target seperti dana tabungan, kredit hingga dana pihak ketiga (DPK) yang memang harus kita lampaui target tersebut,” kata Pimpinan Bank Mandiri Taspen Cabang Palu, Wayan Edi kepada Metrosulawesi belum lama ini.

Sementara, kata dia, di tahun 2018 Bank Mandiri Taspen merealisasikan sekitar Rp60 miliar rupiah untuk DPK. Menurutnya, ruang pengembangan Bank mantap ke depan masih besar walaupun persaingan semakin ketat diantara perbankan.

“Tapi kita tidak takut bersaing dan sudah setahun ini Bank Mandiri Taspen (Bank Mantap) telah memiliki nasabah kurang lebih sekitar 1.900-an jumlahnya terhitung sejak Desember 2017,” ujarnya.

Lebih lanjut dia mengungkapkan, Seiring dengan keluarnya ijin dari Otoritas Jasa Keuangan. Saat ini Bank Mantap mempunyai jaringan kantor sebanyak 220 jaringan yang tersebar di 28 provinsi.

“Peningkatan ini dapat mendorong Bank Mantap mengoptimalkan potensi pasar yang masih sangat besar sehingga mampu mendorong bisnis perseroan,” ujarnya menambahkan.

Sementara, ditanya soal kredit nasabah pasca bencana 28 September 2018 lalu. Dirinya mengatakan untuk hal tersebut bersifat relatif karena itu berdasarkan surat edaran dari Otoritas Jasa Keuangan terkait perpanjangan masa kredit nasabah korban bencana.

“Itu sudah ada dasarnya dari OJK tinggal melihat situ dan kondisinya saja ke depan seperti apa. Karena menurut OJK itu terserah dari kebijakan perbankan masing-masing. Kalau kami tidak ada Penangguhan Kredit itu semua berdasarkan sistem,” terangnya.

Selain itu, ia mengakui Bank Mandiri Taspen Cabang Palu juga melakukan ekspansi ke luar Kota Palu untuk memasarkan berbagai produk.

“Misalkan, kalau di Palu kita tidak bisa pasarkan kredit karena tuntutan dan target. Jadi, mau tidak mau kami harus lakukan penjualan ke luar kota seperti, Kabupaten Parigi Moutong hingga ke Kabupaten Poso,” jelasnya.

Perlu diketahui, Bank Mantap merupakan bentuk sinergi untuk negeri dari 2 BUMN yaitu PT Bank Mandiri (Persero) Tbk dan PT Taspen (Persero) yang sebelumnya bernama Bank Sinar Harapan Bali dan secara resmi berganti nama menjadi Bank Mandiri Taspen per tanggal 23 Desember 2017.

Reporter: Fikri Alihana
Editor: Pataruddin

Ayo tulis komentar cerdas