Home Uncategorized

Perawat Harus Berpacu Tingkatkan Kompetensi

293
FOTO BERSAMA - Staf Ahli Gubernur Sulteng Bidang Pemerintahan dan Kesra Hj Sitti Norma Mardjanu foto bersama sejumlah perawat penerima piagam penghargaan atas jasa pelayanan kesehatan saat terjadi bencana gempa bumi di wilayah Padagimo pada 28 September lalu. (Foto: Humas Pemprov)

Palu, Metrosulawesi.id – Dalam era revolusi industri 4.0, perawat diingatkan untuk terus berpacu meningkatkan kompetensi agar tidak kalah bersaing. Hal ini disampaikan Gubernur Sulteng melalui Staf Ahli Bidang Pemerintahan dan Kesra Hj Sitti Norma Mardjanu saat pengambilan sumpah sekitar 550 perawat bertepatan dengan Seminar Keperawatan dalam rangka peringatan HUT ke-45 Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) tingkat Provinsi Sulawesi Tengah di Palu, Sabtu, 6 April.

“Saya juga berharap dengan hadirnya Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) mampu memberdayakan perawat-perawat yang dinaungi melalui pembimbingan dan advokasi yang intens,” ujar Norma meneruskan arahan gubernur.

Dia juga tak lupa mengucapkan terima kasih atas jasa para perawat sebagai pejuang kemanusiaan dalam menolong dan merawat para korban luka bencana gempa, tsunami dan likuifaksi 6 bulan lalu di Palu dan sekitarnya.

“Sulteng bangkit, kita sehat berkat perawat,” ucap Norma menambahkan arahan gubernur.

Sementara itu, Sekretaris PPNI Sulteng Masri Dg Taha M.Kep mengatkan bukti sumpah profesi merupakan salah satu syarat yang harus dilengkapi perawat untuk mengurus STR (Surat Tanda Registrasi) yang ditetapkan oleh PPNI.

Selain itu perawat juga mesti mempunyai ijazah pendidikan tinggi keperawatan, sertifikat kompetensi, dan surat keterangan sehat baik fisik maupun mental guna memastikan perawat dapat bekerja dengan profesional.

“Kalau prajurit menghadapi peluru tajam maka perawat mesti berhadapan dengan serangan biologis yakni virus dan kuman penyakit,” jelas Masri.

Adapun seminar HUT PPNI kali ini mengusung tema “Standar Diagnosa dan Standar Intervensi Keperawatan Indonesia”. Menurut Masri, tema itu sengaja dipilih karena roh dari praktek keperawatan terkandung didalamnya.

Staf Ahli Norma Mardjanu dalam kesempatan yang sama meyerahkan simbolis piagam penghargaan ke para perawat yang berjasa saat terjadi bencana gempa di wilayah Padagimo pada 28 September 2018. (*)

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas