Mohamad Hidayat. (Foto: Ist)

Palu, Metrosulawesi.id – Pemprov Sulteng melalui Sekretaris Daerah Mohamad Hidayat Lamakarate mendorong industrialisasi pertanian masuk ke daerah. Hal tersebut sebagai upaya pengendalian saat surplus (kelebihan) komoditi bisa disiasati seperti dengan mengirim ke daerah lain yang sedang defisit.

Strategi pengendalian lain menurut Hidayat bisa dengan menyiapkan gudang sementara seperti yang pernah ia buat dalam menyiasati surplus ubi banggai saat jadi menjabat Pj Bupati Banggai Laut beberapa tahun lalu. Surplus dari petani saat itu seingatnya dibeli langsung oleh Pemda untuk kemudian disimpan di gudang penyimpanan.

“Jadi kita lepas pelan-pelan ketika harganya mahal, tapi saat normal kelebihan kita simpan di gudang,” ujarnya saat menutup Musyawarah Perencanaan Pembangunan Pertanian (Musrenbangtan) tingkat Provinsi Sulawesi Tengah di Gedung Pogombo, Sabtu, 6 April 2019.

Hidayat mengatakan hasil-hasil Musrenbangtan sangat mempengaruhi sinergitas program kabupaten/kota dengan provinsi dalam rangka menyiasati tantangan dan peluang sektor pertanian tahun 2020.

Namun demikian, dia mengingatkan agar hasil rekomendasi dari musrenbangtan tahun lalu harus terlebih dahulu dievaluasi, berapa yang berhasil direalisasi dan berapa yang belum agar rekomendasi yang lahir dari Musrenbangtan 2019, betul-betul mencerminkan prioritas kebutuhan.

“Saya takut dari 20 (rekomendasi) terealisasi baru 5, ada 15 yang belum, lalu lahir lagi 20, berarti ada 35 yang harus direalisasi tahun depan,” ucap Hidayat.

Itu disampaikan sebagai bentuk kekhawatiran apabila terlalu banyak rekomendasi justru tidak akan efektif. Dibagian lain, Hidayat meminta supaya stakeholder memperhatikan dampak hukum ekonomi sebelum memutuskan komoditi apa yang akan ditingkatkan.

Ia ambil contoh cabai karena terlalu banyak membanjiri pasar membuat harganya anjlok sehingga petani urung memanen dan sengaja membiarkan cabainya membusuk.

“Sering kita gagal mempersiapkan pasar supaya ketika produksi banyak, harga (komoditi) tidak terlalu anjlok,” pungkas Hidayat.

Penutupan Musrenbangtan turut dihadiri pejabat fungsional madya Kementerian Pertanian Asep Saptiadi dan para pejabat OPD lingkup Pertanian dan Perkebunan se Sulteng. (*)

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas