Rusdi Mastura saat melakukan kunjungan ke tenda pengungsian yang ada di Kelurahan Balaroa. (Foto: Fikri Alihana/ Metrosulawesi)
  • Sambangi Pengungsi Balaroa

Palu, Metrosulawesi.id – Sebagai bentuk kepedulian dan rasa prihatin terhadap nasib yang dialami pengungsi pasca gempa bumi disertai tsunami dan likuefaksi yang melanda Palu dan sekitarnya beberapa waktu lalu. Calon anggota DPR RI dari Partai Nasdem Nomor urut 2, Rusdi Mastura, menyambangi tenda pengungsian yang ada di Kelurahan Balaroa.

Kedatangannya tersebut merupakan bentuk keprihatinan dan kerinduan ingin menyaksikan secara langsung kondisi para pengungsi. Ia juga menuturkan bahwa pemerintah sudah siap membantu upaya pemulihan kondisi pasca gempa, terutama dalam tahap rekonstruksi.

“Dengan diadakan pertemuan dan dialog ini, nanti saya akan bawa dan dorong aspirasi masyarakat kepada pemerintah agar memperhatikan dengan serius, khususnya nasib para pengungsi,” terang Caleg yang berpenampilan sederhana itu, Jumat, 5 Maret 2019.

Menurutnya, beberapa permasalahan yang dihadapi oleh pemerintah daerah adalah kurang fokus dalam menyelesaikan suatu program dan kurangnya pengetahuan. Setidaknya, kata dia, ada edukasi, sehingga kelak pemimpin harus benar-benar sosok yang mengerti permasalahan daerah dan memiliki pengetahuan yang mumpuni.

“Oleh karena itu, pemimpin harus jeli melihat potensi daerahnya. Nah, kita juga perlu ingat jika dalam kekayaan orang kaya juga terdapat hak orang miskin. Maka dari itu perlu dirangkul dan menjadi tanggung jawab bersama dan penting adanya kerja sama berbagai pihak untuk membangun Sulawesi Tengah khususnya Kota Palu ke arah lebih baik,” ujarnya.

Rusdi Mastura menjelaskan, apa yang dialami oleh masyarakat merupakan sebuah cobaan yang harus diterima dengan lapang dada. Para pengungsi depresi dan mengalami tekanan psikologis yang lumayan mengganggu mereka, kepanikan dan rasa was-was.

“Yang terpenting adalah melakukan konsolidasi. Hal ini penting agar kelak kebijakan yang dihasilkan tepat sasaran dan mendapat dukungan berbagai pihak. Selain itu, permasalahan suatu daerah juga dapat diketahui dan dicarikan solusinya,” jelasnya.

Ia mengakui saat dirinya maju dan didorong sebagai salah satu kandidat calon anggota DPR RI pada pemilihan 17 April mendatang. Dirinya tidak memiliki uang sebagai kesiapan mengikuti pemilu. Namun, berkat bantuan dan donatur dari keluarga dan sahabat karib yang dekat dengan dirinya, ia dapat menjadi salah satu kandidat di tahun ini.

“Saya maju sebagai calon bukan karena uang saya banyak, kalau berdasarkan uang, saya jujur, uang saya tidak ada. Saya bisa maju karena dorongan dan bantuan dari keluarga dan teman dekat saya. Salah satu yang membantu saya adalah Bendahara Umum Partai Nasdem Ahmad Ali. Dengan demikian, dana atau modal yang dipergunakan untuk kebutuhan sosialisasi dan kampanye itu semua bukan dana saya,” tutur mantan Wali Kota Palu dua periode itu.

Reporter: Fikri Alihana
Editor: Masruhim Parukkai

Ayo tulis komentar cerdas