BELUM TERIMA JADUP - Keluarga Ari Lattikke yang sudah menempati hunian sementara (huntara) di Blok B, Kelurahan Gunung Bale, Kecamatan Banawa, Donggala, Kamis 4 April 2019. (Foto: Tamsyir Ramli/ Metrosulawesi)

Donggala, Metrosulawesi.id – Warga korban gempa/tsunami yang sudah menempati hunian sementara (Huntara) di kelurahan Gunung Bale, Kecamatan Banawa belum menerima jaminan hidup (Jadup).

“Kami sudah satu minggu menetap di hunian sementara (huntara) atau sejak tanggal 29 Maret, tapi kami belum diberikan jatah jaminan hidup (jadup),” kata Ari Latikke warga Kelurahan Tanjung Batu yang saat ini menjadi penguhuni Huntara tersebut, Kamis 4 April 2019.

Ari yang menempati blok B di Huntara itu menjelaskan, dia dan beberepa keluaraga lainnya yang menempati Blok A dan B adalah warga kelurahan Tanjung Batu Kecamatan Banawa yang semuanya kehilanagn tempat tinggal, sehingga katanya lagi ia hanya bertumpu pada bantuan pemerintah atau pun dari organisasi kemanusian lainnya.

“Kami sangat membutuhkan kebutuhan sehari-hari untuk bertahan hidup semisal beras, dan minyak goreng. Harapan kami jaminan hidup sudah bisa diberikan ke kami yang sudah masuk ke huntara, tidak usahlah menunggu hunian yang lain terisi, siapa yang sudah menempati itu sajalah yang diberikan jadup,” sebutnya.

Ditanya soal fasilitas air bersih dan listrik di Huntara, Ari menjawab semua sudah terpasang dan sudah menikmati fasilitas yang diberikan BPBD.

“Alhamdulliah semua lancar, listrik dan air sudah berfungsi semua. Saat ini Kami hanya membutuhkan sembako,” tutupnya.

Terpisah Kepala BPBD Akris Fatah yang dikonfrimasi mengatakan, akan diusulkan ketika seluruh masyarakat yang rumahnya kategori rusak berat dan relokasi telah menempati huntara. Jadup hanya diperuntukan kepada masyarakat yang rumahnya rusak berat. Jadup diberikan selama 2 bulan dengan besaran Rp10 ribu per hari.

Reporter: Tamsyir Ramli
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas