Home Sulteng

Dana Stimulan, Bartholomeus: Tinggal Tunggu Pusat

Bartholomeus Tandigala. (Foto: Metrosulawesi/ Michael Simanjuntak)

Palu, Metrosulawesi.id – Masyarakat terdampak bencana masih menanti pencairana dana stimulan untuk perbaikan rumah rusak akibat gempabumi, tsunami dan likuifaksi di Padagimo. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulteng Bartholomeus Tandigala mengungkapkan tidak bisa berbuat banyak karena anggaran dana stimulan berada di pemerintah pusat.

“Kita tinggal menunggu dari pusat, kalau kami di daerah sudah melaksanakan kewajiban dengan menyiapkan data,” ungkapnya di Palu, Kamis, 4 April 2019.

Bartholomeus mengaku tidak bisa memberi kepastian sebab keputusan pencairan berada di pemerintah pusat. Namun demikian ia terus menjalin koordinasi dengan pihak terkait agar dana stimulan bisa secepatnya dicairkan.

“Saya hanya bisa sampaikan masyarakat harus sabar menunggu lagi,” tandas Bartholomeus.

Sebelumnya, Bartholomeus menerangkan selaku pemerintah provinsi, pihaknya telah melaksanakan kewajiban dengan mengirim data usulan penerima dana stimulan. Pemprov Sulteng kata dia mengusulkan 4.000 lebih rumah rusak kategori berat penerima dana stimulan tahap satu.

“Dana stimulan didahulukan untuk rumah rusak berat, sebab banyak yang hidup dipengungsian karena sudah tidak ada rumah tapi tanahnya masih ada. Makanya didahulukan agar bisa membangun kembali rumahnya,” ucapnya.

“Tapi dari 4.000 lebih yang kami usulkan penerima tahap pertama belum tentu dipenuhi karena ada biaya administrasi,” tambah Bartholomeus.

Untuk dana stimulan 4.000 rumah rusak tersebut akan menelan anggaran sekitar Rp279 miliar. Adapun total anggaran yang akan dikucurkan untuk dana stimulan perbaikan rumah rusak mencapai Rp2,6 triliun. BPBD Sulteng mencatat total sekitar 100 ribu lebih rumah terdampak bencana yang akan mendapat bantuan dana stimulan.

Bartholomeus memastikan dana stimulan akan diberikan berbentuk uang melalui transfer bank. Namun dalam penggunaanya penerima akan didampingi Pokmas agar dana stimulan tepat sasaran. Sesuai peruntukan bantuan, dana stimulan untuk perbaikan rumah rusak pasca terdampak bencana pada 28 September lalu.

Masyarakat diharap memaklumi lambatnya pencairan dana stimulan sebab dalam pelaksanaannya harus penuh kehati-hatian. Selaku pemerintah daerah, Bartholomeus menuturkan akan terus berupaya agar pencairan dana stimulan bisa secepatnya.

“Saya juga berharap masyarakat bersabar menanti pencairan dana stimulan yang saat ini sedang berproses di pusat,” tandas Bartholomeus.

Seperti diketahui, dana stimulan yang akan diberikan untuk rumah rusak ringan sebesar Rp10 juta, rusak sedang Rp25 dan rusak berat Rp50 juta.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas