Home Palu

Wujudkan 280 Guru Paham Kepariwisataan

298
FOTO BERSAMA - Kepala Dinas Pariwisata Sulteng I Nyoman Sriadijaya saat foto dengan Staf Ahli Bidang Pemerintahan Hukum dan Politik, di kegiatan Pelatihan Dasar SDM Kepariwisataan Go To School Bagi Guru, di salah satu hotel di Palu, Senin, 1 April 2019. (Foto: Ist)
  • Pelatihan Dasar SDM Kepariwisataan GTS

Palu, Metrosulawesi.id – Dinas Pariwisata Provinsi Sulawesi Tengah menggelar Pelatihan Dasar SDM Kepariwisataan Go To School (GTS) Bagi Guru di salah satu hotel di Palu, Senin, 1 April 2019.

Gubernur Sulteng yang diwakili Staf Ahli Bidang Pemerintahan Hukum dan Politik, Hj Siti Norma Mardjanu mengungkapkan Pelatihan Dasar SDM Kepariwisataan GTS bagi guru ini memiliki sasaran mewujudkan 280 guru paham kepariwisataan. Hal itu guna mempercepat proses perubahan dan pergerakan dalam mensosialisasikan pengembangan pariwisata.

“Pelatihan dasar SDM Kepariwisataan bagi guru ini potensinya sangat besar dan bagus, dimana guru dapat menyampaikan apa itu pariwisata produk kepada siswanya, sehingga dapat melekat dan tertanam dalam benak para siswanya. Kader-kader kepariwisataan ini nantinya diharapkan bisa membuat banyak orang, baik dari dalam maupun luar negeri tertarik datang ke Kota Palu untuk berwisata,” ujar Norma.

“Jika perlu, bisa bikin orang penasaran dengan Kota Palu, bikin betah, berlama-lama dan bikin rindu dengan Kota Palu,” ungkapnya.

Norma mengatakan guru merupakan salah satu garda terdepan pembangunan bangsa. Olehnya itu pihaknya berharap kegiatan tersebut dapat melahirkan kader-kader kepariwisataan, dan membawa perubahan yang lebih baik.

“Dari yang tidak tahu menjadi tahu dan menjadi lebih paham, serta ingin berbuat sesuatu untuk memajukan pariwisata di daerahnya,” katanya.

Sementara Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sulteng, I Nyoman Sriadijaya mengatakan, sesuai dengan SOP Kementerian Pariwisata, bagi daerah yang terdampak bencana tidak diperkenankan atau direkomendasikan untuk menyelenggarakan event, artinya tidak boleh menjual kebencanaan untuk kegiatan kepariwisataan.

“Olehnya itu diarahkan mengadakan kegiatan yang berkaitan dengan kapasitas, seperti halnya Pelatihan Dasar SDM Kepariwisataan Go To School Bagi Guru ini. Kegiatan ini sebetulnya satu paket dengan siswanya, hanya saja untuk siswa sebanyak 280 orang kemarin dilaksanakan di Parigi Moutong,” ujarnya.

Kata I Nyoman, direkomendasikan daerah tidak terdampak bencana gencar melakukan promosi pariwisata, disamping peningkatan kapasitas.

“Untuk peningkatan kapasitas melalui dana Dekon, tahun ini paling tidak 2.500 ditingkatkan kapasitasnya dari berbagai jenis usaha industri pariwisata, dan ini tergantung dari kabupaten masing-masing,” ungkapnya.

“Seperti di Touna, mereka mungkin butuh pelatihan atau pengelolaan Home Stay dan lainnya. Paling tidak empat lima kali di setiap daerah ada kegiatan seperti ini. Sasaran kita sekitar 2.500 orang, hal ini sebagai persiapan kita menghadapi masa pemulihan dua tahun berkaitan penataan kawasan daya tarik wisata. Artinya kesiapan SDM kita untuk menyambut kunjungan wisatawan sudah siap, termasuk juga menjadi perhatian industri kreatif melalui OPD terkait,” jelasnya.

Reporter: Moh Fadel
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas