PEMATERI - Para narasumber pada kegiatan dialog interaktif di radio RRI Palu, Senin 1 April 2019. (Foto: Tamsyir Ramli/ Metrosulawesi)

Donggala, Metrosulawesi.id – Bupati Kasman Lassa mengungkapkan, pasca gempa bumi, tsunami, dan likuefaksi 28 September 2018, ada sekitar 36 ribu warganya yang menjadi korban bencana.

Karena itu, Bupati berharap penyelenggara Pemilu bisa melakukan pendataan kembali terhadap warga yang sudah kehilangan tempat tinggalnya.

“Jangan sampai ada yang golput di Pemilu 17 April mendatang, dari 200 ribu lebih penduduk Donggala yang tersebar di 16 kecamatan, ada sekitar 36 ribu jiwa yang terdampak bencana 28 September kemarin suara ini harus diselamatkan,” kata Bupati saat menjadi pembicara pada dialog interaktif seputar kepemiluan yang digagas Pemda Donggala di radio RRI Palu, Senin 1 April 2019.

Kegiatan yang mengambil tema “Dialog dan Jumpa Pers Donggala Menuju Pemilu Damai” dihadiri KPU Donggala yang diwakili Mahfud Kambay, Bupati Donggala Kasman Lassa, Wakil Bupati Moh Yasin, Wakil Ketua II DPRD Abd Rasyid, Dandim, serta Kapolres Donggala. Sedangkan Bawaslu Donggala tidak hadir pada kegiatan yang sangat penting tersebut untuk menjelaskan tentang pengawasan pemilu.

Wakil Ketua II DPRD Abd Rasyid menilai pemilu ke depan harus dijaga secara bersama-sama demi kualitas penyelenggaraan pemilu yang bermartabat.

“Kalau Pemilu 2014 kemarin sebagain pengamat mengatakan sebagai pemilu yang ‘paling kejam atau brutal’ segala cara dilakukan, tapi di tahun 2019 ini dengan sistem keterbukaan yang luar biasa semua bisa termonitor dan kita sebagai warga negara harus bersama menjaga kualitas demokrasi kita,” sebutnya.

Pihak KPU Donggala Mahfud Kambay lebih banyak berbicra teknis tanpa memberikan data detail pemilih pada pileg dan pilpres. Akibatnya pihaknya tidak mampu menargetkan partsipasi pemilu 17 April mendatang.

“Pihak KPU dari awal hanya berbicara jumlah TPS, jumlah petugas PPS, KPPS yang tersebar di wilayah Donggala, tapi tidak menyebut jumlah pemilih yang akan melakukan hak pilihnya serta target partisipasi pemilih di tahun 2019 karena berkacata lima tahun kemarin partisipasi pemili hanya berkisar diatas 60-an persen saja, untuk apa banyak jumlah TPS kalau pemilih tidak ada yang mau datang menyoblos,” kritik seorang peserta.

Reporter: Tamsyir Ramli
Editor: Syamsu Rizal

Ayo tulis komentar cerdas