Direktur SDM Pertamina Persero, Kushartanto saat berinteraksi dengan murid SD Desa Sambo saat acara penyerahan bantuan FSPPB secara simbolis di desa tersebut. (Foto: Ist)
  • Agar Segera Bangkit Pascabencana

Sigi, Metrosulawesi.id – Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB) menggelontorkan kurang lebih Rp850 juta untuk pemulihan sektor ekonomi, pendidikan dan sarana air bersih Desa Sambo, Kecamatan Dolo Selatan, Kabupaten Sigi. Anggaran tersebut merupakan sumbangsih dari seluruh karyawan Pertamina Persero di Indonesia.

Dalam sambutannya saat acara pemberian bantuan itu secara simbolis di Desa Sambo, Minggu, 30 Maret 2019, Presiden FSPPB, Arie Gumilar mengungkapkan pihaknya memberikan tiga jenis bantuan yang diharapkan dapat berkelanjutan dan bermanfaat buat masyarakat Desa Sambo.

“Sebelumnya kami melakukan asesmen wilayah terdampak bencana mana yang akan kami bantu. Dari hasil asesmen tersebut, terpilih Desa Sambo sebagai wilayah yang kami bantu. Saat pertama datang ke Desa Sambo ingin sekali kami membantu sepenuhnya. Banyak sekali yang ingin kami bantu, namun kemampuan kami terbatas,” katanya.

Kata dia, FSSPB hanya menyalurkan bantuan dari sumbangan para karyawan Pertamina di seluruh Indonesia.

“Ada bantuan uang yang dipotong langsung dari gaji atau honor karyawan. Ada juga yang dikumpulkan oleh karyawan Pertamina melalui kotak amal. Dan Alhamdulillah, kurang lebih Rp850 juta terkumpul. Kalau ini dialokasikan untuk satu desa, seperti disini, tentu sangat kecil,” katanya.

“Namun sumbangan tersebut adalah bentuk keikhlasan karyawan-karyawan Pertamina untuk membantu memulihkan Desa Sambo, Kecamatan Dolo Selatan ini. Insya Allah dengan keikhlasan hati itu, bantuan ini dapat diterima dengan baik oleh warga dan bermanfaat,” tambahnya.

Arie mengungkapkan ada tiga jenis program bantuan yang diserahkan pihaknya kepada warga Desa Sambo.

“Pertama kami bangun sumber air bersih. Dimana masyarakat langsung yang meminta ini. Karena air merupakan sumber kehidupan, jadi kami bangunkan sarana air bersih. Kurang lebih 800 meter pipa kami tarik dari sumber air sampai ke bak penampungan. Insyaallah dua dusun di Desa Sambo bisa menikmati air bersih tersebut,” katanya.

“Kedua, kami juga berikan program livelihood. Program ini mengajak warga Desa Sambo untuk bangkit perekonomiannya melalui UKM, yakni produksi pisang sale. Macam-macam hasil bumi disini, namun pisang menjadi pilihan. Untuk itu kami mengajak ibu-ibu Desa Sambo untuk membuat pisang sale. Kebetulan di Pertamina Cilacap kami punya binaan UKM pisang sale juga. Ini yang coba kami tularkan di Desa Sambo. Insya Allah pisang sale bisa menjadi ikon UKM Desa Sambo,” katanya.

Program bantuan yang terakhir, kata Arie, adalah educare program atau program pendidikan. Menurutnya, anak anak Desa Sambo harus terpenuhi secara sempurna pendidikannya.

“Meskipun serba terbatas, pembelajaran sekolah coba kami optimalkan. Kami ingin mesekipun sarana terbatas, namun kualitasnya baik,” katanya.

Arie menjelaskan sistem belajar dalam Educare Program ini adalah belajar dengan senang melalui sekolah alam.

“Dalam pembelajarannya tetap menggunakan kurikulum 13 namun kami padukan dengan sekolah alam. Melalui tenaga pengajar kami juga memberikan motivasi bagaimana peran orang tua terhadap anaknya. Selain itu, kami juga berupaya untuk meningkatkan kualitas pengajar atau tenaga pendidik. Tenaga pengajar di Desa Sambo masih terbatas, oleh karena itu kami tingkatkan kompetensinya melalui studi banding,” katanya.

Sementara itu, Direktur SDM Pertamina Persero, Kushartanto mengungkapkan dirinya sangat bangga dan haru bisa datang ke Desa Sambo.

“Ini merupakan ridho Allah SWT bisa berjumpa dengan warga Desa Sambo,” katanya.

Kushartanto mengungkapkan bantuan yang disalurkan FSPPB berbeda dengan bantuan yang diserahkan Pertamina Persero.

“Pertamina telah hadir beberapa hari pascabencana. Kami pastikan premium, solar terdistribusikan dengan baik pada masa tanggap darurat. Oleh karena itu, kami mohon doa restu warga Desa Sambo agar karyawan-karyawan Pertamina bisa menjalankan tugasnya dengan baik dan maksimal untuk memajukan bangsa Indonesia,” katanya.

“Sumbangan yang diberikan ini adalah ikhlas dari karyawan Pertamina. Langsung potong gaji, Insya Allah berkah buat karyawan Pertamina. Meski tidak besar sekali, Insyaallah jadi multiplayer effect bagi BUMN lain untuk turut membantu wilayah terdampak bencana di Sulawesi Tengah,” katanya.

Reporter: Yusuf Bj
Editor: Syamsu Rizal

Ayo tulis komentar cerdas