Home Ekonomi

Realisasi Gadai Sertifikat di Pegadaian Rp500 Juta

Yuslianto. (Foto: Metrosulawesi/ Fikri Alihana)

Palu, Metrosulawesi.id – Saat pertama kali diperkenalkan ke masyarakat di Kota Palu program gadai sertifikat tanah milik PT Pegadaian Persero sudah merealisasikan sebanyak Rp500 juta rupiah bagi lima nasabah.

Deputi Pegadaian Persero Area Palu, Yuslianto menjelaskan, produk gadai sertifikat tanah syariah atau rahn tasjily merupakan fitur layanan gadai syariah yang menjamin sertifikat kepemilikan tanah atau sertifikat tanah yang diberikan kepada petani dan pengusaha mikro untuk mengembangkan usaha.

“Insya Allah, bulan depan kita akan lebih gencar lagi pada produk ini. Sedangkan, kami menyasar nasabah mikro seperti petani, pekebun, dan pedagang yang mempunyai lapak,” kata, Yuslianto, Kamis (28/3/2019).

Selama ini, kata Yuslianto, lembaga keuangan jarang menggadaikan sawah dan kebun, dan program ini menjadi pertimbangan Pegadaian.
Apalagi, produk ini juga beriringan dengan program Presiden Joko Widodo yang membagikan sertifikat tanah kepada masyarakat.

“Sebelumnya hanya gadai konvensional atau umum, tapi sekarang ada gadai syariah. Jadi dimungkinkan Pegadaian menerima jaminan sertifikat tanah, secara legal kita masih dapat,“ jelasnya.

Sementara tenor pinjaman yang diberikan relatif ringan, berkisar tiga hingga lima tahun. Itu semua, kata Yuslianto, bergantung dari siklus usaha atau bisnis dari orang yang menggadaikan tanahnya.

“Kita akan terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait dengan program gadai sertifikat tanah. Kemungkinan, kita akan mengadakan seminar dan saya menghimbau setiap kantor cabang Palu agar agar lebih gencar lagi perkenalkan produk ini,” terangnya.

Sepanjang tahun 2018, Pegadaian disebutnya tidak hanya memperbaiki dari segi layanan, tetapi juga berbagai inovasi produk. Sedangkan, roduk-produk yang diluncurkan sepanjang tahun 2018 seperti gadai tabungan emas, kreasi multi guna, dan KCA Prima/ Rahn Hasan.

“Pegadaian juga akan terus mengembangkan inovatif produk dan sistem layanan secara online (digital) untuk memenuhi kebutuhan nasabah,” ungkapnya.

Jika sebelumnya kinerja bisnis gadai sebesar 84 persen dan non gadai 16 persen, secara bertahap akan bergeser menjadi 60 persen berbanding 40 persen.

Hal ini sejalan dengan rencana jangka panjang Pegadaian, di mana komposisi porsi gadai diturunkan, sedang komposisi porsi non gadai akan naik hingga tahun 2030.

Reporter: Fikri Alihana
Editor: Pataruddin

Ayo tulis komentar cerdas