FORUM OPD - Asisten Administrasi Umum, Hukum dan Organisasi Setdaprov Sulteng Mulyono saat membuk Forum Organisasi Perangkat Daerah (OPD) se Sulawesi Tengah di Palu, Selasa, 26 Maret 2019. (Foto: Humas Pemprov)

Palu, Metrosulawesi.id – Walau berhasil turun 0,32 persen menjadi 13,69 persen per September 2018, Pemprov Sulteng melalui Asisten Administrasi Umum, Hukum dan Organisasi Mulyono mengakui persoalan kemiskinan masih memprihatinkan di daerah ini.

“Masih relatif tinggi dibanding dengan nasional tahun 2018 sebesar 9,66 persen,” ujar Mulyono mewakili Gubernur H Longki Djanggola saat membuka Forum Organisasi Perangkat Daerah (OPD) se Sulteng di Palu, Selasa, 26 Maret 2019.

Sama halnya IPM Sulteng yang masih lebih rendah dari nasional meski trennya naik tiap tahun yaitu dari 67,47 tahun 2016 menjadi 68,11 tahun 2017 sementara IPM nasional di tahun yang sama tercatat 70,81 poin.

Dengan adanya pertemuan forum OPD, Mulyono berharap unsur perangkat kerja provinsi dan kabupaten/kota dapat menyinergikan usulan program/kegiatan tahun 2020 berbasis kinerja, tepat perencanaan dan penganggaran serta jelas sasaran.

Sasaran yang dimaksud yakni menumbuhkan ekonomi 6 sampai 7 persen, inflasi 3,5 sampai 4,5 persen, PDRB perkapita 53 sampai 54 juta, indeks gini pada kisaran 0,3 sampai 0,325, menurunkan penduduk miskin sebesar 87 sampai 86,4 persen, tingkat pengangguran 4 sampai 3,3 persen dan meningkatkan IPM pada angka 68,5 sampai 69,5.

“Sehingga dapat menghasilkan rumusan rencana program pembangunan yang tajam menurut skala prioritas serta sinergi kebijakan antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota,” ucapnya.

Forum OPD yang mengusung tema membangun kembali Sulawesi Tengah melalui penguatan mutu modal manusia dan infrastruktur menurut Mulyono sejalan dengan prioritas RPJMD 2016-2021 yakni peningkatan kualitas SDM, penguatan daya saing dan pemantapan jaringan infrastruktur daerah.

Dia mengatakan banyak kemajuan yang dicapai pada tahun ke-3 RPJMD, namun masih banyak pula PR yang harus dituntaskan. Beberapa kemajuan yang dicapai seperti pertumbuhan ekonomi Sulteng dalam 2 tahun terakhir selalu lebih tinggi dari nasional yang berkutat di angka 5,17 persen.

“Pada 2018 tumbuh sebesar 6,3 persen, sedikit melambat dari tahun 2017 sebesar 7,14 persen sebagai dampak bencana. Perbaikan pemerataan pendapatan secara individu juga semakin membaik, ditandai penurunan indeks gini yakni dari 0,345 pada 2017 menjadi 0,317 pada 2018,” tandas Mulyono.

Selain unsur pimpinan OPD, pembukaan turut dihadiri kalangan perbankan, dunia usaha, akademisi, dan mitra kerja.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas