Home Palu

Legislator Dorong Gunakan APBD untuk Jadup

Erfandi Suyuti. (Foto: Dok Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.id – Kemampuan anggaran Pemerintah Kota Palu dalam memenuhi Jaminan Hidup (Jadup) 40.738 pengungsi hanya sampai akhir Maret 2019. Oleh sebab itu, DPRD Kota Palu mendorong sepenuhnya penggunaan APBD guna memenuhi jadup para pengungsi.

Hal itu diakui Wakil Ketua DPRD Palu, Erfandi Suyuti saat ditemui Metrosulawesi di acara Musrenbang RKPD 2020 di Hotel Citra Mulia Jalan Tanjung Manimbaya, Kelurahan Lolu Selatan Kecamatan Palu Timur.

“Itu intinya, selama tidak menyalahi aturan, kita dorong untuk penggunaan APBD. Tapi kita harus konsultasi terlebih dahulu dengan Kejari, Forkompinda dan BPK,” ucap Erfandi.

Menurut dia, Kemensos RI sejauh ini belum memberikan kepastian waktu penyaluran Jadup tersebut. Erfandi menilai Kemensos sama sekali tidak memiliki empati untuk percepatan dana Jadup itu.

“Ini sudah memasuki bulan keenam, kasihan pengungsi, sementara anggaran kita terbatas. Kita ingin pernyataan resmi dari perwakilan pemerintah pusat yang ada di Sulteng, minimal terhadap langkah penanganan pasca bencana, terlebih lagi terkait dengan Jadup,” kata Erfandi, Senin, 25 Maret 2019.

Namun begitu, kata Erfandi, situasi ini perlu diantisipasi, jangan sampai kebutuhan pengungsi terputus cuma lantaran dana jadup yang disediakan hanya sampai Maret. Terlebih lagi data para pengungsi telah diserahkan ke pemerintah pusat.

Oleh sebab itu terang Erdandy, pihaknya akan berkoordinasi dengan Pemkot Palu serta unsur terkait lainnya untuk membahas kemungkinan melakukan pergeseran anggaran APBD 2019 untuk memenuhi kebutuhan Jadup selanjutnya.

“Kita juga akan berkoordinasi dengan Inspektorat, Kepolisian dan Kejaksaan. Barangkali bisa kita gunakan sistem anggaran mendahului,” terangnya.

“Bila tidak ada kejelasan dari pemerintah pusat, maka saya beranggapan bahwa pemerintah pusat tidak ada perhatian pada masyarakat Kota Palu khususnya, dan warga Sulteng pada umumnya,” tambahnya.

Kata dia, bulan Maret 2019 sebentar lagi berakhir, karenanya hal ini perlu secepatnya dipikirkan bersama, mengingat belum adanya kejelasan waktu penyaluran jadup dari Kemensos RI.

“Ya, harus kita upayakan bersama agar pengungsi tetap bisa mendapat Jadup untuk April dan seterusnya, sampai jadup dari Kemensos disalurkan,” pungkasnya.

Sebelumnya, Walikota Palu, Hidayat mengatakan Jadup diberikan Pemkot Palu kepada penyintas mulai Oktober 2018 hingga Maret 2019, dengan menghabiskan anggaran sekitar Rp54 miliar lebih.
Jadup yang ditanggung yaitu makanan pokok kepada penyintas di Kota Palu yang masih berada di titik pengungsian. Sayangnya, dana yang dimiliki Pemkot Palu terbatas.

Reporter: Fikri Alihana
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas