Home Sulteng

Pemerintah Prioritas 4.000 Rumah Rusak

285
Pelaksana Tugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Tengah, Bartholomeus Tandigala. (Foto: Dok Metrosulawesi)
  • Masih Proses, Penerima Dana Stimulan Diminta Bersabar

Palu, Metrosulawesi.id – Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulteng Bartholomeus Tandigala mengungkapkan sampai saat ini belum ada kepastian waktu pencairan dana stimulan.

“Kita belum bisa pastikan kapan pencairannya karena semua tergantung pemerintah pusat,” ungkap Bartholomeus di Palu, Senin, 25 Maret 2019.

Dia menerangkan selaku pemerintah provinsi, pihaknya telah melaksanakan kewajiban dengan mengirim data usulan penerima dana stimulan. Pemprov Sulteng kata Bartholomeus mengusulkan 4.000 lebih rumah rusak kategori berat penerima dana stimulan tahap satu.

“Dana stimulan didahulukan untuk rumah rusak berat, sebab banyak yang hidup di pengungsian karena sudah tidak ada rumah tapi tanahnya masih ada. Makanya didahulukan agar bisa membangun kembali rumahnya,” ucapnya.

“Tapi dari 4.000 lebih yang kami usulkan penerima tahap pertama belum tentu dipenuhi karena ada biaya administrasi,” tambah Bartholomeus.

Untuk dana stimulan 4.000 rumah rusak tersebut akan menelan anggaran sekitar Rp279 miliar. Adapun total anggaran yang akan dikucurkan untuk dana stimulan perbaikan rumah rusak mencapai Rp2,6 triliun. BPBD Sulteng mencatat total sekitar 100 ribu lebih rumah terdampak bencana yang akan mendapat bantuan dana stimulan.

Bartholomeus memastikan dana stimulan akan diberikan berbentuk uang melalui transfer bank. Namun dalam penggunaannya, penerima akan didampingi Pokmas agar dana stimulan tepat sasaran. Sesuai peruntukan bantuan, dana stimulan untuk perbaikan rumah rusak pasca terdampak bencana pada 28 September lalu.

Masyarakat diharap memaklumi lambatnya pencairan dana stimulan sebab dalam pelaksanaannya harus penuh kehati-hatian. Selaku pemerintah daerah, Bartholomeus menuturkan akan terus berupaya agar pencairan dana stimulan bisa secepatnya.

“Saya juga berharap masyarakat bersabar menanti pencairan dana stimulan yang saat ini sedang berproses di pusat,” tandas Bartholomeus.

Seperti diketahui, dana stimulan yang akan diberikan untuk rumah rusak ringan sebesar Rp10 juta, rusak sedang Rp25 dan rusak berat Rp50 juta.

BPBD Imbau Bangunan Dirancang Tahan Gempa

Sebagian wilayah Sulawesi Tengah sesekali masih diguncang gempabumi. Terbaru gempa mengguncang wilayah Kabupaten Poso dengan kekuatan magnitudo 5,7 pada Minggu, 24 Maret pukul pukul 09.32 WITA.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulteng Bartholomeus Tandigala mengimbau agar bangunan di daeranya dirancang tahan gempa. Tujuannya untuk meminimalisir korban jiwa saat gempa mengguncang.

“Mulai dari sekarang saat ingin membangun rumah, rumah ibadah atau sarana umum lainnya kalau bisa dirancang tahan gempa. Suka tidak suka, mau tidak mau, memang harus sudah seperti itu, apalagi masyarakat yang baru mau membangun rumah harus mengarah tahan gempa,” ujar Bartholomeus.

Warga juga diimbau menempatkan barang-barang rumah tangga di tempat yang tidak mengancam keselamatan. Dia mencontohkan lemari jangan sampai di tempatkan dibalik pintu kamar.

Dia mengakui trauma sebagian masyarakat Sulteng saat ini belum hilang. Itu karena gempa yang masih sering mengguncang daerah ini. Khusus untuk gempa di Poso, Bartholomeus menuturkan belum menerima laporan adanya korban jiwa.

BPBD Sulteng kata dia hanya menerima informasi kerusakan beberapa rumah ibadah dan rumah-rumah masyarakat. Namun untuk informasi detail jumlah kerusakan akibat gempa tersebut belum diterimanya.

“Sampai saat ini informasi yang kami terima hanya retak-retak beberapa rumah ibadah dan rumah warga. Kami juga tidak menerima adanya pengungsi akibat gempa yang mengguncang Poso,” tandas Bartholomeus.

Sebelumnya BPBD Sulteng juga mengimbau warga agar tetap siaga dan waspada. Itu karena Sulteng, khususnya Kota Palu, sesekali masih diguncang gempa.

“Memang yang namanya gempa kita tidak bisa hindari, yang pasti kita semua harus selalu siaga dan mengantisipasi agar terhindar dari reruntuhan,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Sulteng Bartholomeus Tandigala kepada Metrosulawesi baru-baru ini.

Dia mengatakan Sulawesi Tengah sebagai wilayah yang dilintasi beberapa sesar aktif, masyarakat sudah seharusnya selalu waspada. Sebagaimana ungkapan Gubernur H Longki Djanggola, masyarakat harus bersahabat dengan gempabumi.

Olehnya, BPBD Sulteng kata Bartholomeus masih terus menyiagakan logistik kebencanaan untuk disalurkan kepada masyarakat. Personil BPBD juga tetap siap siaga memberikan pertolongan jika sewaktu-waktu bencana terjadi.

“Kami juga membantu logistik untuk masyarakat yang masih berada di tenda-tenda pengungsian dan Hunian sementara (Huntara),” ucap dia.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas