Home Hukum & Kriminal

Oknum Dosen IAIN Dilapor Kasus Plagiat

Afifah (tengah) didampingi kuasa hukumnya Rasyidi Bakir beserta Darwis Jauhari Bandu melakukan konferensi pers di AJI Palu, Senin 25 Maret 2019. (Foto: Tahmil Burhanudin/ Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.id – Salah seorang dosen di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palu Dr Abdul Gafur Marzuki MPd dilaporkan ke Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tengah karena dugaan perbuatan plagiat atau penjiplakan karya ilmiah berupa Tesis milik Afifah SPd MPd.

Sebagai pihak yang merasa dirugikan, Afifah didampingi kuasa hukumnya Rasyidi Bakri melaporkan kasus itu ke Polda Sulawesi Tengah pada Senin 25 Maret 2019 kemarin. Dalam laporannya, Afifah menyertakan 12 dokumen sebagai alat bukti.

Afifah beralasan melaporkan kasus tersebut karena menduga Abdul Gafur Marzuki merupakan orang yang paling bertanggung jawab melakukan plagiat atau penjiplakan terhadap tesis miliknya. Afifah pun mengungkap kronologis awal kasus tersebut.

“Pada tahun 2012 saya membuat tesis dengan judul A Correlational Study Between Vocabulary Mastery and Reading Comprehension of the First Semester Student of Economic Faculty of Alkhairaat University, sebagai syarat dalam menyelesaikan studi pascasarjana magister pendidikan bahasa Inggris di Universitas Tadulako,” ungkap Afifah saat melakukan konferensi pers di Sekretariat AJI Palu, Senin 25 Maret 2019.

Setelah menyelesaikan studi S2 pada 27 Maret 2012, Afifah kemudian mengabdi sebagai dosen luar biasa di IAIN Palu, di mana ia bertemu Abdul Gafur yang sudah lebih dulu bekerja sebagai dosen di perguruan tinggi tersebut.

Kemudian pada sekitar 2013 kata Afifah, Abdul Gafur memintanya untuk menyerahkan file tesis miliknya yang belum pernah dipublikasikan untuk diterbitkan dalam bentuk artikel di jurnal Paedogogia IAIN Palu. Namun setelah file tesis tersebut diserahkan, Afifah tidak pernah lagi menerima kabar terkait penerbitan tesis tersebut dalam bentuk artikel di jurnal seperti yang dijanjikan oleh Abdul Gafur.

“Pada 11 Januari secara tidak sengaja sih, saya menemukan tesis tersebut telah diterbitkan dalam bentuk artikel di website dengan penerbit Istiqra, jurnal penelitian ilmiah, namun artikel itu diterbitkan bukan atas nama saya, melainkan nama penulis yang tercantum adalah Abdul Gafur Marzuki sebagai penulis II dan seseorang yang bernama Darwis Jauhari Bandu sebagai penulis I,” ungkap Afifah.

Menurutnya isi artikel itu sangat identik dengan tesis miliknya, terutama pada bagian penelitian, walaupun bagian akhir judul artikel yang menunjukkan lokasi penelitian diubah menjadi A Correlational Study Between Vocabulary Mastery and Reading Comprehension of PAI Students of Tarbiyah Stain Datokarama Palu.

Sementara itu, Darwis Jauhari Bandu yang disebut sebagai penulis I pada artikel yang diduga diplagiasi oleh Abdul Gafur mengaku tidak tahu menahu terkait hal itu. Ia yang ikut mendampingi Afifah pada konferensi pers menyebut dirinya sama sekali tidak terlibat langsung dalam penerbitan atau penelitian terkait artikel yang diterbitkan oleh Abdul Gafur.

Ia mengaku hanya dimintai tolong oleh Addul Gafur untuk dilibatkan dalam penerbitan artikel itu. Darwis sama sekali tidak melakukan penelitian dan hanya mengoreksi grammer setelah hasil penelitian diserahkan oleh Abdul Gafur.

Setelah mengetahui kasus tersebut, Darwis pun berupaya menghubungi Abdul Gafur dan memintanya agar segera meminta maaf kepada Afifah serta menarik artikel yang telah diterbitkan. Namun hal itu tidak dilakukan oleh Abdul Gafur, bahkan ia terkesan menyalahkan Darwis dalam kasus ini.

Dalam keterangan tertulisnya yang dimuat oleh media beberapa waktu lalu, Abdul Gafur membantah pernah meminta file Tesis milik Afifah di tahun 2013. Gafur berdalih tidak ada alasan mendasar baginya untuk meminta file tesis milik Afifah. Sebab saat itu kata Gafur, dia juga sedang tugas belajar sebagai mahasiswa strata tiga di Universitas Negeri Malang. Yang benar kata dia ialah, di tahun 2016 saat dia ditunjuk Dr Yusra MPd selaku Dekan kala itu untuk mengelola jurnal paedagogia, Gafur meminta seluruh artikel kepada para dosen LB di prodi Tadris Bahasa Inggris (TBI).

“Hasilnya beberapa dosen LB di jurusan TBI menyerahkan artikel dan semua telah diterbitkan di periode 2016. Dan sebagian terbit di periode 2017. Saudari Afifah pada waktu itu tidak menyerahkan artikelnya sehingga tidak terbit di jurnal paedagogia,” sebut Gafur.

Ada pun dengan penelitian jurnal itu, Gafur mengaku tidak terlibat langsung dalam penelitiannya. Dan baru membaca hasil penelitian itu setelah ada kasus ini. Saat itu kata dia, Darwis Jauhari Bandu selaku Ketua Peneliti meminta untuk memasukkan namanya sebagai anggota peneliti untuk mendukung syarat penelitian kolektif, minimal dua peneliti.

“Saya tidak terlibat dalam penelitian dan penulisan hasil penelitian tersebut, karena saya masih berstatus tugas belajar sebagai mahasiswa S3 pada pascasarjana Universitas Negeri Malang dan tinggal di Malang,” sebutnya dalam keterangan tertulis.

Pernyataan itu dibantah oleh Darwis. Darwis mengaku memiliki bukti kuat jika Gafur memintanya untuk mengoreksi jurnal yang disebut hasil penelitiannya. Darwis pun memperlihatkan bukti tersebut berupa transkrip surat elektronik kepada sejumlah wartawan, kemarin.

“Karena saya lebih senior, dia bilang. Pak saya ini sedang melaksanakan penelitian kolektif. Bagaimana kalau bapak saya ajak untuk sebagai nama pertama. Dia bilang begini, bapak tidak usah kerja apa-apa. Dia bilang saya nanti hanya mengoreksi grammernya,” jelas Darwis.

“Dengan kejadian ini saya merasa dirugikan, nama saya dicatut. Sebagai akademisi saya menentang plagiasi, dan ini bisa merusak karir saya sebagai akademisi. Saya telah dirugikan secara materil dan immateril. Saya akan membantu ibu Afifah untuk mendapatkan kembali haknya,” tandas Darwis.

Sementara itu, Rasyidi Bakri sebagai kuasa hukum Afifah menyayangkan adanya tindakan plagiat yang dilakukan oleh akademisi.

“Ini institusi tinggi yang kita harapkan bisa melahirkan produk yang original, malah ada kejadian seperti ini,” ujar Rasyidi Bakri.

Sementara itu, Rektor IAIN Palu Saggaf S Pettalongi saat dikonfirmasi terkait kasus ini tidak memberikan komentar lebih.

“Saya ke Jakarta, hubungi saja WR (Wakil Rektor) 1 atau Ketua Senat IAIN Palu Dr Sidik, sudah ada rekomendasi Senat yang mereka buat,” tulis Rektor IAIN menjawab pesan singkat wartawan Metrosulawesi.

Reporter: Tahmil Burhanudin
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas