Home Sigi

Bukti Tentara Bukan Hanya Jago Perang

396

Angkut Material Jembatan : Personil yang termasuk dalam satgas TMMD Reguler yang ke 104, Kodim 1306/Donggala, bersama warga, bersam-sama mengangkut bantalan kayu untuk jembatan, dengan menggunakan alat sederhana.  (Foto: Djunaedi/ Metrosulawesi)

  • Jembatan Kura-Kura Kini Sudah Bisa Dilalui

Sigi, Metrosulawesi.id – Jembatan Kura-kura di Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi kini sudah bisa dilalui lagi. Satuan Tugas (Satgas) TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler yang ke 104, Kodim 1306/Donggala sudah menyelesaikan rehab jembatan tersebut dalam waktu satu bulan.

Sebelum direhab oleh anggota TNI, kondisi jembatan yang menghubungkan dua kecamatan– Nikolalaki dan Kecamatan Palolo itu sangat memprihatikan.

Rakit Bronjong : Personil TNI AD, yang termasuk dalam satgas TMMD Reguler yang ke 104, Kodim 1306/Donggala, saat merakit kawat brojong yang di gunakan untuk membendung aliran sungai. (Foto: Djunaedi/ Metrosulawesi)

“Jembatan itu sudah puluhan tahun tidak ada yang berani gunakan menyeberang, karena semua jalan mau kejembatan sudah longsor dan tidak ada lagi kayunya. Kami warga di sini harus memutar jauh melewati jalan trans Sulawesi, bila akan ke Kecamatan Nokilalaki,” ucap Mahfud, seorang warga desa Bakubakulu kepada Metrosulawesi.

Hanya dalam satu bulan, personil TNI AD bersama warga sekitar bergotong royong membangun kembali jalan ke arah jembatan, serta merehab jembatan itu. Saat ini warga di dua kecamatan tersebut tidak perlu lagi memutar jauh, dan pastinya akses jalan kantong produksi warga menjadi sangatlah dekat.

Komando Dansatgas TMMD Reguler yang ke 104, Kodim 1306/Donggala, Letkol Kav. I Made Maha Yudhiksa SSos MM mengatakan, personil satgas TMMD khusus rehab jembatan Kura-kura, dengan keahlian dan ketelitian Satgas TMMD khusus jembatan Kura-kura terbagi menjadi dua Tim, yakni tim khusus rehab jembatan dan tim khusus menanggul aliran sungai dengan memasang kawat bronjong di sisi kiri dan kanan, jalan jembatan.

“Sebelum dilakukan pengerjaan, pihak pekerjaan umum sudah melakukan uji dan pengecekan kelayakan terhadap jembatan ini,” Letkol Kav. I Made Maha Yudhiksa.

Saat mengerjakan rehab jembatan tersebut, sejumlah anggota TNI memang terjun langsung. Mereka tidak hanya sekadar bekerja, tetapi juga mengajarkan warga cara merakit kawat beronjong dan mengatur posisi, serta menyusun batu di dalam box kawat beronjong, agar tidak bergerak dan tahan terhadap terjangan derasnya aliran sungai.

“Kami bukan hanya mengerjakan, tapi kami juga membantu warga yang ingin mengetahui cara merakit beronjong dan menyusun batu, agar kedepannya mereka juga bisa merakit kawat beronjong,” ungkap seorang personil yang tergabung dalam Satgas TMMD Reguler yang ke 104, Kodim 1306/Donggala.

Satu persatu kawat beronjong dirakit dengan teliti, dan kemudian diturunkan ke dalam aliran air dengan dibantu satu unit alat berat. Setelah itu, personil Satgas TMMD bersama warga menyusun satu persatu batu seukuran kelapa, kedalam box bronjong.


CEK PEKERJAAN – Dandim 1306/Donggala, Letkol Kav. I Made Maha Yudhiksa SSos MM (kanan) menunjau pengerjaan jembatan Kura-Kura, yang masuk dalam program TMMD Reguler ke-104. (Foto: Djunaedi/ Metrosulawesi)

“Warga merasa kagum dan heran, pasalnya biasanya TNI itu jago menembak dan perang. Namun setelah melihat anggota satgas yang sedang merakit kawat bronjong, dan menyusun bantalan kayu, mereka baru tahu TNI itu serba bisa, dan banyak belajar dari TNI,” ujar Dandim 1306/Donggala, Letkol Kav. I Made Maha Yudhiksa.

Reporter: Djunaedi
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas