Suasana kegiatan sebelum penandatanganan kontrak hibah penelitian dan pengabdian masyarakat dari Kemenristekdikti yang diselenggarakan oleh Lembaga LPPM Untad, di Hotel Parama Su Palu, Sabtu, 23 Maret 2019. (Foto: Ist)
  • Artikel Basir Cyio Terbanyak Kalangan Profesor

Palu, Metrosulawesi,id- Sebagai wujud menjunjung tri darma perguruan tinggi, dosen Universitas Tadulako (Untad) kembali meneguhkan jati diri sebagai akademisi dalam hal penilitan. Hal itu terlihat dari kegiatan penandatanganan kontrak hibah penelitian dan pengabdian masyarakat dari Kemenristekdikti yang diselenggarakan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Untad di Hotel Parama Su Palu, Sabtu, 23 Maret 2019.

Penekenan kontrak merupakan tindaklanjut dari lolosnya proposal penelitian dan pengabdian masyarakat yang sebelumnya diajukan oleh para dosen melalui Simlitabmas. Proposal yang diajukan itu sesuai penuturan Ketua LPPM Untad Ir Donny M Mangitung PhD, telah diperiksa oleh reviewer nasional sebelum dinyatakan lolos.

“Jadi ini sudah berjenjang. Hari ini, penandatanganan kontrak yang akan dilakukan oleh bapak/ibu dosen. Setelah ini, sampai november nanti dapat melaksanakan kegiatan hingga tahapan akhir,” ujar Donny Mangitung.

Seorang dosen salah satu fakultas menyatakan bahwa dosen yang lolos penelitian dan pengabdian masyarakat merupakan dosen yang memang terus menunjukkan jati diri sebagai akademisi. Hal itu terlihat dari semangat yang ditunjukkan, selama ini tidak eksis berkomentar di medsos, tetapi ternyata mengalirkan semangat menulis dengan melakukan penelitian dan pengabdian.

“Kegiatan ini amat baik. Namun, sayangnya masih konvensional atau pakai cara lama. Harusnya sudah sesuai Permenkeu terbaru yaitu luaran penelitian sudah harus artikel yang terbit di jurnal internasional yang terindeks scopus, bukan lagi laporan penelitian yang tebal, ditambah dengan hal lain yang memberatkan dosen peneliti,” ujar Donny Mangitung.

Adapun dosen yang lolos penelitian dan pengabdian masyarakat sebagian diantaranya dosen yang diberi tugas tambahan yaitu Dekan FMIPA Untad Dr Rusydi, Dekan Faperta Dr Muhardi, Dekan FKM Dr Nurdin Rahman, Dekan FISIP Dr Muh Nur Ali, Direktur Pascasarjana Prof Alam Anshari, Wakil Dekan Akademik Faperta Dr Rustam Abd Rauf, Wakil Dekan Umum dan Keuangan FKIP Dr Jusman, Wakil Dekan Umum dan Keuangan FKM. Rektor Untad Prof Dr Ir Mahfudz MP saat ini juga termasuk dosen yang proposalnya dinyatakan lolos menerima hibah dari Kemenristekdikti, termasuk mantan Rektor Untad Prof Basir Cyio yang juga menerima hibah penelitian dan terlihat berada di tengah-tengah peserta.

Untad sendiri saat ini terus berupaya meningkatkan jumlah publikasi ilmiah, terutama untuk kalangan professor. Berdasarkan penelusuran, dalam empat tahun terakhir, Prof Basir Cyio adalah yang tertinggi jumlah artikel yang terbit di jurnal internasional bereputasi terindeks scopus dengan 10 artikel, disusul Prof Mery Napitupulu sembilan artikel, dan para professor lain.(*)

Reporter: Michael Simanjuntak

Ayo tulis komentar cerdas