Home Sulteng

Sulteng Expo 2019, Menjaga Optimistis Pascabencana

SULTENG EXPO - Gubernur Sulteng, H Longki Djanggola (kiri) saat mengunjungi stand milik Balai POM pada kegiatan Sulteng Expo 2018 lalu. (Foto: Ist)
  • Trauma Healing dan Hiburan untuk Para Penyintas

Palu, Metrosulawesi.id – Event tahunan Sulteng Expo akan kembali digelar tahu ini, tepatnya pada 9-13 April 2019 nanti. Berbeda dengan tahun sebelumnya, Sulteng Expo kali ini tidak hanya menjadi ajang untuk memperkenalkan segala komoditas dan sarana unggulan daerah untuk memikat investor, tetapi juga untuk memberikan trauma healing dan hiburan bagi masyarakat Sulawesi Tengah pasca bencana pada September 2018 lalu.

Menurut Ketua Panitia Sulteng Expo Sandra Tobondo, Sulteng Expo 2019 akan menghadirkan berbagai kegiatan khusus bagi masyarakat yang menjadi korban bencana. Perhelatan itu tidak hanya berfokus pada upaya untuk memikat investor serta memeriahkan hari ulang tahun (HUT) Provinsi Sulawesi Tengah saja.

Salah satu kegiatan yang dikhususkan bagi korban bencana yakni kegiatan peduli anak korban bencana berupa trauma healing kepada 500 anak. Pihak panitia Sulteng Expo akan menghadirkan pemerhati anak Seto Mulyadi atau yang lebih dikenal dengan sapaan Kak Seto, serta beberapa lembaga pemerhati anak.

“Kita akan lakukan trauma healing kepada 500 anak yang merupakan siswa SD yang menjadi korban bencana,” ungkap Sandra Tobondo yang merupakan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPSTP) Sulawesi Tengah itu saat ditemui di ruangan kerjanya, Senin 18 Maret 2019.

Kegiatan lainnya yang akan digelar khusus bagi para penyintas berupa lomba semacam lomba masak antar penghuni Huntara (hunian sementara). Ada pula hiburan dari musisi religi kenamaan yakni Opick dan Wali Band.

Sementara itu, sebagai Ketua Panitia Sulteng Expo Sandra juga optimistis transaksi yang akan dicatatkan Sulteng Expo tahun ini bisa lebih besar dari tahun sebelumnya. Ia meyakini masyarakat Sulawesi Tengah telah bangkit pasca tertimpa musibah gempa bumi, tsunami dan likuefaksi 28 September tahun lalu. Tahun lalu Sulteng Expo mencapai angka transaksi sebesar Rp16 miliar.

“Targetnya, kita bisa lebih dari tahun 2018. Masyarakat kita juga sudah bangkit, jadi kita optimis bisa tercapai,” ungkap dia.

Dia menyebut, tahun 2018 lalu transaksi terbesar di Sulteng Expo berasal dari sektor industri otomotif. Dia meyakini dengan kondisi saat ini, banyaknya masyarakat yang kehilangan kendaraan saat bencana menjadi salah satu faktor yang bisa mendorong transaksi di Sulteng Expo nanti.

Salah satu hal yang paling spesial di kegiataan itu nantinya akan ada perkenalan perdana jingle Sulteng Expo. Olehnya, Sandra berharap masyarakat bisa turut meramaikan dan menghadiri kegiatan yang akan dihelat di lokasi Sirkuit Panggona, EX MTQ Palu, Sulawesi Tengah.

Jika pada tahun-tahun sebelumnya Sulteng Expo digelar setiap tanggal 13 hingga 17 April, tahun ini sedikit berbeda mengingat akan ada pemilihan umum serentak pada 17 April 2019 nanti. Sehingga perhelatannya digelar pada 9 hingga 13 April 2019.

Kegiatan ini akan menghadirkan forum investasi serta para calon investor yang ingin berinvestasi di Sulawesi Tengah. Sandra optimistis para investor masih tertarik dan akan menanam investasi di daerah ini.

Reporter: Tahmil Burhanudin
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas