PERESMIAN - PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), meresmikan kandang ternak ayam pedaging (broiler) semi organik, yang merupakan binaan dari perusahaan industri tambang di Kabupaten Morowali. (Foto: Murad Mangge/ Metrosulawesi)

Morowali, Metrosulawesi.id – PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), meresmikan kandang ternak ayam pedaging (broiler) semi organik, yang merupakan binaan dari perusahaan industri tambang di Kabupaten Morowali.

Senior Vice President PT IMIP Site Morowali,Slamet V Panggabean mengatakan, dalam bidang peternakan pihak IMIP telah beberapa kali melakukan percobaan. Semua percobaan yang dilakukan mulai dari ayam pedaging sampai ayam petelur,menunjukkan tingkat kematian yang sangat kecil.

“Kita berharap, di Kecamatan Bahodopi, tiga macam ternak unggas, ayam potong, ayam pedaging dan ayam kampung unggul, bisa dibudidayakan di daerah ini. Karena produk ini sangat diperlukan di perusahaan. Setiap harinya produk ini dibutuhkan sebagai salah satu nutrisi utama bagi para karyawan,”sambutan Slamet pada saat peresmian, Senin, 18 Maret 2019.

Bisa dibayangkan, kata Slamet V Panggabean,jika masing-masing desa di Kecamatan Bahodopi memelihara sedikitnya 10.000 ekor saja, perusahaan tidak akan kekurangan pasokan. Selain itu, perusahaan juga mendapat daging yang segar.

Selama ini, PT IMIP mendapat pasokan daging ayam dari para supplier yang merupakan warga Kecamatan Bahodopi. Namun pasokan daging ayam itu sesungguhnya berasal dari wilayah tetangga seperti Kota Kendari di Provinsi Sulawesi Tenggara.

“Perusahaan juga berharap, dengan program seperti ini, pemerintah bisa membangun rumah potong ayam di kecamatan ini. Selain itu,dengan peresmian kandang milik Pak Sentono, warga Desa Lele ini, akan menjadi pionir bagi masyarakat lain. Harapannya juga, pemerintah dalam hal ini Dinas Peternakan Morowali, bisa menggalakkan program-program seperti ini bagi desa-desa lainnya. Desa Lele bisa menjadi desa percontohan,” urai Slamet.

Lebih lanjut Slamet mengatakan,ke depan tak hanya bidang peternakan saja yang akan menjadi sasaran program PT IMIP, namun bidang pertanian dan perikanan juga akan dilakukan secara bertahap.

Kepala Desa Lele,Junaedin mengatakan,program pemberdayaan masyarakat dalam bidang peternakan yang dilakukan PT IMIP Site Morowali ini bisa menjadi pemicu bagi warga Desa Lele khususnya dan Kecamatan Bahodopi pada umumnya. Harapannya, kata Junaedin, desa yang dipimpinnya itu bisa menjadi desa percontohan.

“Sumber daya yang ada di Bahodopi ini sangat kaya.Apalagi yang menyangkut dengan peternakan dan pertanian. Dengan transfer ilmu yang telah dilakukan oleh staf-staf PT IMIP ini bisa menjadi contoh bagi warga desa lainnya,” jelas Junaedin.

Sementara,mewakili Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Morowali, Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Peternakan,Faidil Akbar mengatakan,pihaknya sangat mengapresiasi program pemberdayaan masyarakat dalam bidang peternakan yang dilakukan PT IMIP Site Morowali.

Dinas Peternakan Morowali,memang mempunyai program pengembangan bibit ternak. Pada 2019 ini,Dinas Peternakan fokus mengembangkan bibit sapi,itik,dan ayam.Untuk ayam potong sendiri, jelas Faidil Akbar, belum sama sekali tersentuh,sebab belum ada bibit khusunya DOC.

“Kami mengharapkan nantinya para supplier yang setiap hari memasok ke PT IMIP dan perusahaan-perusahaan lainnya di sini tidak lagi mengambil daging ayam dari luar Bahodopi tetapi mengambil hasil budidaya yang dilakukan masyarakat di sini,” katanya.

Reporter: Murad Mangge
Editor: Syamsu Rizal

Ayo tulis komentar cerdas