Sampah plastik yang telah diolah. (Foto: Fikri Alihana/ Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.id – Bank Sampah di Kota Palu, jadi solusi pengolahan plastik bekas pemakaian masyarakat. Hal ini diungkapkan Direktur Bank Sampah Emas Duta Recycling The Gade Clean & Gold, M. Kafrawi Al- Kafiah.

“Kita butuh bahan baku yang banyak, kita butuh bahan baku yang tidak terbatas. Jadi masyarakat di sini diajak untuk sadar sampah dan memilah sampah,” ungkapnya.

Lokasi bank Sampah yang berada di Kelurahan Duyu, Kecamatan Tatanga, Kota Palu ini mencari mitra yang menyediakan sampah plastik, baik dari pengepul maupun dari perseorangan yang jual eceran.

“Jadi kita bayarnya sistem per kg, sehingga seluruh masyarakat bisa ikut berpartisipasi. Karena kita bayarnya per kg bukan per bulan,” jelasnya.

Di tempat itu, sampah plastik diolah menjadi cacahan plastik, dengan aneka warna, beberapa waktu lalu. Tercatat, bank sampah yang dikelola oleh M Kafrawi Al- kafiah itu, sudah beroperasi selama 4 bulan terakhir.

“Dengan begitu diharapkan meningkatkan antusias warga, namun intinya bukan mencari rupiah tetapi mengajarkan warga untuk memilah sampahnya sendiri,” ujar dia.

Dalam sebulan bank sampah di Kota Palu bisa menghasilkan cacahan plastik hingga 20 ton lebih. Saat ini Kafrawi mengakui masih menjual ke Surabaya. Untuk permintaan dari daerah lain, seperti Tanggerang dan Jakarta, pihaknya bisa memenuhi asalkan harga cocok.

“Dikirim ke Surabaya. Sekali kirim 12 ton. Makanya saya hitung 20 ton. Karena paling rendah 10 ton per kontenernya (peti kemas),” ujar M Kafrawi.

Kafrawi mengatakan oleh Sebab itu, tak jarang mereka tekor dengan ongkos kirim yang tinggi. Di Surabaya katanya, cacahan plastik yang mereka produksi akan diolah kembali menjadi biji plastik, kemudian menjadi furniture.

“Insha Allah ke depan kita akan buat biji plastik lagi. Sekarang ini masih cacahan plastik,” tambahnya.

Reporter: Fikri Alihana
Editor: Pataruddin

Ayo tulis komentar cerdas