PENUTUPAN - Bupati Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Samsurizal Tombolotutu bersama Kepala Sub Direktorat Pelaksanaan Pemberdayaan Sosial, Budaya, Ekonomi dan Lingkungan Direktorat Komunitas Adat Terpencil Kementerian Sosial RI Dra Sulistianingsih MSi, resmi menutup kegiatan Bela Negara bagi Komunitas Adat Terpencil (KAT). Kegiatan tersebut bertempat di RTH Raja Tombolotutu, Tinombo, Sabtu 16 Maret 2019. (Foto: Istimewa)
  • Bupati Tutup Pelatihan Bela Negara Bagi KAT

Parimo, Metrosulawesi.id – Bupati Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Samsurizal Tombolotutu bersama Kepala Sub Direktorat Pelaksanaan Pemberdayaan Sosial, Budaya, Ekonomi dan Lingkungan Direktorat Komunitas Adat Terpencil Kementerian Sosial RI Dra Sulistianingsih MSi, resmi menutup kegiatan Bela Negara bagi Komunitas Adat Terpencil (KAT). Kegiatan tersebut bertempat di RTH Raja Tombolotutu, Tinombo, Sabtu 16 Maret 2019.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Parimo Moh Sudarmin Tombolotutu dalam laporannya mengatakan, bahwa pelatihan pemuda pemudi masyarakat Bela Suku Lauje bagi Komunitas Adat Terpencil dilaksanakan selama 17 hari dari tanggal 28 Februari 2019 sampai tanggal 14 Maret 2019.

“Kegiatan Bela Negara bagi Komunitas Adat Terpencil ini dilaksanakan selama 17 hari, dengan jumlah peserta 39 orang, 6 orang didiskualifikasi karena tidak sesuai kriteria,”tutur Elvis.

Lanjut Elvis, adapun materi kegiatan KAT yaitu materi Kedisiplinan, Peraturan Baris Berbaris (PBB), etika dan tata krama, dinamika kelompok, outbond, dasar dasar administrasi perkantoran dan komputerisasi, pengenalan dan tupoksi OPD, mitigasi bencana, pertolongan pertama pada korban gawat darurat dan praktik lapangan.

Sementara itu, Bupati Parimo Samsurizal Tombolotutu dalam sambutannya mengatakan, bahwa pelatihan bagi masyarakat Bela tersebut dirinya hanya merencanakan selama dua hari dan itu terlaksana.

“Sehingga dengan selesainya kegiatan KAT, saya selaku Bupati Parimo akan lansung menempatkan Bela di semua OPD Parimo dan mereka langsung dikukuhkan untuk memakai seragam dinas, untuk itu saya minta kepala OPD, begitu mereka kerja langsung bayarkan gajinya. Dan didik dibina agar mereka bisa bekerja profesional,” ungkap Samsurizal.

Sementara itu, Kepala Sub Direktorat Pelaksanaan Pemberdayaan Sosial, Budaya, Ekonomi dan Lingkungan Direktorat Komunitas Adat Terpencil Kementerian Sosial RI Dra Sulistianingsih MSi mengatakan, bahwa pengembangan bagi KAT merupakan program Nawa Cita Presiden Joko Widodo yaitu membangun Indonesia dari pinggiran, dengan tujuan agar memperkuat Negara kesatuan Republik Indonesia.

“Karena pengembangan Komunitas Adat Terpencil di Indonesia yang sudah dilaksanakan sudah 4,2 persen termasuk Kabupaten Parimo, dan yang belum masih 150 ribu,” ungkap Sulistianingsih saat menutup secara resmi kegiatan pembinaan KAT.

Kegiatan Pembinaan KAT bagi masyarakat Bela Suku Lauje ditutup dengan Simulasi pertolongan pertama bagi kecelakaan oleh anak anak KAT suku Lauje serta pemberian sertifikat pelatihan.

Reporter: Zoel Fahry
Editor: Syamsu Rizal

Ayo tulis komentar cerdas