DIKRITIK - Tampak dari dalam obyek wisata pusat laut yang ditembok keliling dan dicat warna-warni. (Foto: Tamsyir Ramli/ Metrosulawesi)

Donggala, Metrosulawesi.id – Salah satu obyek wisata di Kecamatan Banawa Tengah, Donggala yakni pusentase alias pusat laut sekarang sudah kehilangan “keperawanannya”. Kesan natrual dari pusentase hilang seketika akibat tembok keliling yang dipenuhi aneka warna. Tak jarang pengungjung menyumpah serapah model pusentase yang sudah tidak natural lagi.

“Kasihan betul apa gunanya itu ditembok keliling baru di cat warna-warni lagi, mirip sekolah TK PAUD saja. Harusnya dinas pariwisata teliti sebelum membangun, keasrian pusat laut so hilang,” kritik pengunjung Nurkhalifa yang ditemui di pusat laut minggu siang kemarin (17/3).

Tempat yang sama pengelola obyek wisata pusentase atau pusat laut Rahman kepada Metrosulawesi mengatakan, sangat prihatin dengan kondisi pusat laut ketika sudah ditembok dan diberikan cat warna-warni. Akibatnya kesan natural sebagai nilai jual obyek wisata pusat laut hilang.

“Sejak dibangun tahun 2015 sudah banyak yang protes tembok warna-warni itu pak, tetapi tidak ada respons dari dinas pariwisata mereka disana (pariwisata) cuma baku tunjuk-tunjuk karena tidak mau disalahkan,” kata Rahman.

“Walaupun kami hanya pengeleloa obyek wisata, paling tidak didengar juga masukan kami, kan lebih bermanfaat kalau dana tembok itu digunakan membangun fasilitas lain yang lebih urgen misalnya kebutuhan air bersih karena posisi kita ini berada digunung, atau membangun cotage dan warung makan atau caffe tempat nongkrong. Tapi kami dengar tembok keliling ini mau dibongkar oleh dinas pariwisata,” tuturnya.

Selain persoalan tembok keliling, Rahman juga mengeluhkan penurunan omzet atau pemasukan dari obyek wisata pusentase, dalam seminggu pengelola hanya bisa mendapat 500 ribu saja itu pun dibagi lagi ke dinas pariwisata.

“Sepi pak pengunjung, paling yang rame cuma hari Minggu, orang malas datang kemari karena jauh belum lagi sarana pendukung semisal jalan yang banyak rusak, dan rata-rata para pengunjung mengeluh ke kami, mereka pulang rekreasi bukan mendapat ketenagan hati tetapi hanya membawa perut kosong alias lapar karena dipusat laut tidak ada fasilitas caffe atau warung makan” bebernya.

Diketahui obyek pusat laut atau pusentase berada di wilayah pegunungan atau masuk wilayah pemerintahan Kecamatan Banawa Tengah tepatnya Desa Limboro. Jarak yang ditempuh dari kota Donggala Kecamatan Banawa sekitar 15 kilometer dengan durasi waktu kurang lebih 20 menit.

Reporter: Tamsyir Ramli
Editor: Syamsu Rizal

Ayo tulis komentar cerdas