Ilustrasi. (Foto: Ist)

Tolitoli, Metrosulawesi.id – Seorang penjual durian, Nasir mengeluhkan rasa sakit di rusuknya, setelah dianiaya oleh oknum anggota TNI Angkatan Laut.

Pria 44 tahun itu menceritakan, peristiwa itu terjadi saat sedang berjualan durian di lapak miliknya, sore. Korban yang salah satu pengurus ranting Partai Nasdem Tolitoli wilayah Bombolayang Kelurahan Tuweley didatangi sejumlah oknum anggota TNI AL yang tidak berpakaian dinas.

“Anda yang bernama Aci yah, ayo naik ke mobil ikut kami ke kantor,” ungkap Nasir menirukan pelaku. Namun ajakan oknum tersebut ditolak oleh korban dan balik bertanya ke pelaku “ke kantor mana pak?”.

Pelaku kemudian menyerang dan memukul perut korban. Warga yang saat itu berada tak jauh dari lokasi kejadian tersebut tidak ada yang mendekat.

Seusai kejadian itu, pelaku pergi meninggalkan korban. Selanjutnya korban dibawa oleh warga ke rumah korban. Saat di rumah, korban mengeluh sambil menahan rasa sakit di bagian rusuknya.

Keluarga korban, Baharudin yang Sekretaris Partai Nasdem Tolitoli membawa korban ke RS Mokopido. Baharudin menyayangkan kejadian tersebut dan meminta jalan penyelesaiayannya.

Menurutnya jika benar pelakunya adalah seorang oknum anggota TNI AL maka pelaku harus datang meminta maaf kepada korban dan keluarga. Namun jika seandainya tidak ada itikat baik, maka keluarga korban membawa persoalan ini ke proses hukum.

Sementara itu Pasintel Lanal Tolitoli Kapten Wilujeng dikonfirmasi Metro Sulawesi, Selasa 12 Maret 2019 di ruangannya membenarkan insiden itu. Namun persoalan tersebut, sudah menemukan titik temu untuk mengambil jalan damai.

Pihak Lanal sudah bertemu dengan keluarga korban dan tokoh masyarakat Bombolayang.

“Kami sudah bertemu dengan keluarga korban mendapatkan titik temu perjanjian diatur secara damai di masing-masing pihak,” katanya.

Selain itu pihaknya sudah berkordinasi dengan pihak kepolisian.

Reporter: Acco Amir
Editor: Syamsu Rizal

Ayo tulis komentar cerdas