Home Ekonomi

Pegadaian Syariah Tambah Modal Usaha Nasabah

Pelayanan di Pegadaian Syariah Cabang Palu Plaza. (Foto: Metrosulawesi/ Fikri Alihana)

Palu, Metrosulawesi.id – Terkait program gadai sertifikat tanah guna menambah modal usaha. PT Pegadaian Syariah Cabang Palu Plaza telah mencairkan dana pinjaman bagi lima nasabah.

Hal tersebut diungkapkan oleh Asisten Manager Pegadaian Syariah Cabang Palu Plaza, Rachmat Djafar, kepada Metrosulawesi, Senin (11/3/2019). Ia menyebutkan sejumlah syarat yang harus dipenuhi nasabah untuk mendapatkan pinjaman tersebut harus membaca syarat gadai sertifikat tanah.

“Kalau kita platformnya maksimal Rp200 juta untuk pinjaman mikro kecil. Per nasabah itu ada yang Rp50, ada juga yang sampai Rp100 juta sesuai dengan permintaan nasabah,” ungkapnya.

Dia mengakui jumlah pinjaman bukan tergantung pada luas tanah produktif yang dimiliki calon nasabah. Ia juga mengungkapkan cabang syariah di ada sekitar 7 kantor yang tersebar di Kota Palu. Sedangkan, Pegadaian hanya mengambil setoran per bulan sekitar 1%.

“Besar kecilnya nominal pinjaman akan dinilai dari kebutuhan sang calon nasabah itu sendiri. Sementara, tenor cicilan yang ditetapkan ialah satu hingga lima tahun. Misalnya, nasabah ambil Rp100 juta cicilan per bulan kurang lebih Rp3,7 juta,” katanya

Dia menjelaskan, Rahn adalah produk untuk menggadaikan sertifikat. Karena secara konvensional sertifikat tidak bisa digadai. Qard atau akadnya harus dilakukan secara syariah, dalam hal ini Rahn.

“Di Indonesia tanah ini menjadi salah satu yang bisa digadaikan ini sejalan dengan program pemerintah. Karena sertifikasi tanah harus bermanfaat,” ujarnya.

Sementara, jika masyarakat beniat untuk gadai Akta Jual Beli (AJB) tanah di pegadaian, maka harus di atas Sertifikat Hak Milik (SHM). Oleh karena itu, sebelum menggadaikan AJB tanah sebaiknya cek terlebih dahulu memiliki SHM atau tidak.

“Karena setelah gadai dengan AJB tanah di pegadaian nasabah akan mendapatkan dana yang besar dan pihak pegadaian juga akan memeriksa secara detail dan teliti sejarah tentang tanah yang dimiliki,” jelasnya.

Reporter: Fikri Alihana
Editor: Pataruddin

Ayo tulis komentar cerdas