PERBAIKAN - Kelompok mahasiswa kuliah kerja nyata (KKN) Untad Palu saat membantu warga Desa Pulu, Dolo Selatan, memperbaiki penampungan air bersih yang rusak akibat pascabencana lalu. (Foto: Humas)

Sigi, Metrosulawesi.id – Warga Desa Pulu, Kecamatan Dolo Selatan, Kabupaten Sigi, mengapresiasi program KKN mahasiswa Universitas Tadulako angkatan ke-84, yang bersedia memperbaiki kembali penampungan air bersih di wilayah itu pascabencana lalu.

Program mahasiswa KKN di Desa Pulu itu sesaat mengagendakan kerja bakti secara rutin sekali sepekan, khusus memperbaiki kembali ke penampungan air bersih di wilayah pegunungan Dusun II Desa Pulu.

Koordinator Desa (Kordes) Pulu, Yahya Prianto, mengatakan kegiatan kerja bakti seperti ini sudah dimasukan dalam program kerja posko mahasiswa di desa Pulu ini.

Kata dia, kerja bakti ini bertujuan untuk bisa membantu warga dalam memperbaiki segala kerusakan yang terjadi pascabencana 28 september 2018 lalu, termasuk kerusakan penampungan air bersih disini.

“Program kerja bakti itu memang dilakukan, apalagi saat ini kita fokus untuk membantu warga dalam pemulihan pascabencana Pasigala,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Desa Pulu, Salman, mengatakan memang sampai saat ini keluhan warga di Desa Pulu adalah masalah air bersih, sebab air bersih nampak keruh dan tidak pernah jernih ketika turun musim hujan bahkan akibat banjir. Masalah air bersih ini, muncul nanti pascabencana padahal sebelum itu tidak ada permasalahan air bersih disini.

“Kami pun dari pihak aparat desa terus berusaha untuk bisa menangani persoalan air bersih ini, namun saat ini kami baru bisa melakukan perbaikan penampungan air akibat rusak pascabencana lalu,” terangnya.

Salman berharap, dengan kehadiran mahasiswa KKN Untad ini bisa membantu warga untuk mencari solusi dalam menangani persoalan air bersih, misalnya bagaimana caranya untuk membuat saringan air/filter yang mudah, dan bisa digunakan warga di rumahnya masing-masing.

Reporter: Firmansyah Badjoki
Editor: Syamsu Rizal

Ayo tulis komentar cerdas